Pedagang Pasar Muktisari Banjar Minta Dibuatkan Los Sementara

Pedagang Pasar Muktisari Banjar Minta Dibuatkan Los Sementara

Pasar Muktisari Kecematan Langensari, Kota Banjar. Foto: Dokumentasi HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Para pedagang Pasar Muktisari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar, menuntut kepada Pemerintah Kota Banjar melalui instansi terkaitnya, supaya dibuatkan los sementara di lokasi relokasi yang akan mereka tempati.

Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Muktisari, Wawan, pekan lalu, mengatakan, pemerintah berkewajiban bukan hanya membangun fisik pasarnya saja, tetapi harus memperhatikan pula hak-hak pedagang, yaitu kebutuhan bangunan los sementara.

“Saat beberapa tahun lalu, yaitu waktu pembangunan Pasar Banjar, selain relokasi, pedagangnya juga bisa sekaligus dibuatkan los sementara. Kenapa kami tidak bisa dibuatkan, dan bagaimana perencanaannya sampai tidak ada anggaran biaya relokasi,” tanya Wawan.

Menurutnya, apa yang dilakukan ketika pembangunan Pasar Banjar, dapat menjadi bahan pengalaman bagi pemkot. Untuk itu, pihaknya memohon itikad baik dari pemkot agar merealisasikan tuntutannya tersebut.

“Masalahnya sederhana, itu saja keinginan pedagang saat ini. Kami bukan melakukan perlawanan terhadap pemkot, tapi menuntut hak,” tukasnya.

Sedangkan hal lainnya, para pedagang juga meminta kejelasan soal retribusi karcis apabila pasar sudah selesai dibangun. Karena, saat ini beredar isu bahwa retribusi akan ditarik per meter dari los yang dimiliki masing-masing pedagang.

Jika itu benar, pihaknya tentu keberatan dan memohon supaya retribusi ditarik seperti biasa dengan tarif per paket los/kios. “Para pedagang sendiri sebenarnya dari awal mendukung dan siap mensukseskan, serta menjaga kondusifitas diantara pedagang dalam proses revitalisasi Pasar Muktisari,” ujar Wawan.

Menanggapi tuntutan tersebut, Kabid. Cipta Karya DCKTLH Kota Banjar, David Abdillah, ST., MM., menegaskan, pihaknya tidak dapat membuatkan los sementara. Selain tidak ada anggarannya, juga terbatas dengan waktu yang tersita lelang pelaksana proyek.

“Karena pedagang tetap meminta supaya dibuatkan los relokasi, maka perlunya solusi dan kami sementara ini belum bisa memberi kepastian jawaban,” kata David.

Pihaknya juga harus mengkoordinasikan kembali dan tuntutan para pedagang ini akan dijadikan bahan laporan kepada walikota. David berharap dalam pertemuan selanjutnya nanti sudah ada titik temu.

Sedangkan, terkait dengan retribusi, Kepala UPTD Pasar Banjar, Mamat Rahmat, S.STP., menambahkan, Pasar Muktisari termasuk jenis pasar kelas II. Jadi, dalam penarikan retribusinya tidak mungkin diberlakukan per meter.

“Terlebih kita sudah memiliki Perda tentang pemungutan retribusi los/kios pasar. Jadi itu patokan aturannya yang dipakai,” tandasnya.

Adapun keinginan pedagang dibuatkan los sementara, kata Mamat, hal itu ada di ranah OPD teknis, dalam hal ini DCKTLH. Namun, sepengetahuannya memang tidak ada anggaran untuk pembangunan los sementara.

“Walau begitu, ini menjadi catatan kami dari semua instansi terkait dan perlu dibuatkan solusi. Pasti ada jalan keluar terbaiknya. Maka dari itu, kami meminta dukungan penuh dan sama-sama menjaga kondusifitas agar program pemkot yang sudah dianggarkan bisa berjalan lancar,” pungkas Mamat. (Nanks/Koran-HR)

KOMENTAR ANDA

Komentar

Related articles