Pemilik Tak Terima Los Miliknya Dibongkar Lembaga Kelurahan Muktisari Banjar

Pengkavlingan sendiri los/kios sementara di sepanjang jalan irigasi yang dilakukan pedagang Pasar Muktisari kemarin, kini sudah dibongkar UPTD Pasar. Photo: Nanang Supendi/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Pemilik bangunan los yang berdiri di jalan irigasi sebagai tempat rencana relokasi pedagang Pasar Muktisari, Kota Banjar, tidak terima losnya dibongkar oleh seorang anggota lembaga Kelurahan Muktisari, Jumat malam (05/02/2016).

Pembongkaran itu dilakukan, lantaran tidak boleh dilakukan pengkavlingan atau pembangunan sebelum ada aturan dan instruksi panitia, ataupun pihaknya selaku instansi terkait.

Informasi yang dihimpun HR Online di lapangan, Sabtu (06/02/2016), warga atau pengurus RT setempat mendatangi pembongkar los tersebut.

“Ya tadi pengurus RT dan warga mendatangi orang yang membongkarnya,” kata ketua RT setempat, Ruhimat.

Menurutnya, pembangunan los milik pedagang nasi itu tidak ada kaitannya dengan rencana relokasi pedagang pasar di harim atau jalan irigasi tersebut. Untuk itu, ucapnya, selaku ketua RT tentu harus melindungi warga pemilik bangunan kios itu.

“Sebab, mulai dibangunnya juga sebelum ada pedagang yang melakukan pengkavlingan los dengan diberi batas tali rapia, atau sebelum adanya sosialisasi revitalisasi pasar Muktisari,” tukasnya.

Dijelaskannya, bangunan warung yang biasa digunakan, sedang direhab dengan lokasi yang tak jauh dari harim irigasi. Olehkarena itu, untuk sementara penggantinya membuat bangunan di sana.

“Kalau berani membongkar bangunan itu, kenapa bangunan pedagang buah semangka di sebelahnya tidak ikut dibongkar. Terus, orang itu kapasitasnya apa berani membongkar!, termasuk mencopot tali rapia kavling los. Saya kira salah dia, mestinya biar instansi terkait yang membongkarnya. Jadi tidak menimbulkan perselisihan sesama warga,” ungkapnya.

Sementara Pendi, orang yang membongkar los tersebut, mengatakan dirinya membongkar hanya membantu pihak UPTD pasar, seperti halnya sewaktu mencopot tali rapia sebagai kavling los yang dibuat sendiri pedagang, karena aturan dan tempat relokasi belum jelas.

“Jika dibilang tak ada kaitannya dengan rencana relokasi di tempat tersebut, apakah membangun los di atas harim irigasi sudah ada izin Dinas PU,” tanyanya.

Untuk menyelesaikannya, Pendi mengajak pemilik dan warga RT setempat duduk bersama dengan pihak pemerintah kelurahan, kecamatan dan UPTD pasar, pada Selasa (09/02/2016).

“Kami juga meminta dinas terkait atas rencana relokasi harus segera dimusyawarahkan bersama secepatnya, baik itu dengan pedagang maupun warga dan pemerintah kelurahan, supaya segalanya lancar, aman dan menjaga timbul masalah lainnya,” pungkasnya. (Nanks/R5/HR-Online)

KOMENTAR ANDA