Pemkot Banjar Masih Kaji Permintaan Pedagang Pasar Muktisari

Jalan irigasi yang akan dijadikan tempat relokasi pedagang Pasar Muktisari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar, sudah dibersihkan intansi terkait. Photo: Nanang Supendi/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Tuntutan para pedagang Pasar Muktisari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar, yang minta dibuatkan los sementara di lokasi relokasi yang akan mereka tempati, hingga kini masih dikaji Pemerintah Kota Banjar.

Hal itu ditegaskan Kepala UPTD Pasar Banjar, Mamat Rahmat, S.STP., kepada HR, Selasa (22/02/2016). “Kami tengah mengkajinya, dan itu belum bisa diputuskan jawabannya. Makanya sementara ini belum ada agenda pertemuan kembali dengan para pedagang. Begitupun walikota masih banyak urusan dinas ke luar kota, dan disibukan dengan kegiatan HUT Kota Banjar ke-13,” katanya.

Sambil mengkaji permintaan pedagang, pihaknya juga terus berkoordinasi dengan pengembangan sebelumnya, yaitu PT. Manuk Prima Perkasa, membahas terkait para pedagang yang belum melunasi kewajiban atau utangnya atas los yang dimilikinya.

Hal tersebut diperlukan agar segala sesuatu persiapan pembangunan dapat berjalan lancar dan tertib. Artinya, urusan pedagang, khususnya yang belum lunas terhadap pengembang, dapat terselesaikan dengan baik.

“Hari kemarin pun, kami sudah mengadakan pertemuan dengan Jimmy Njau, selaku pimpinan PT. Manuk Prima Perkasa. Dari hasil pertemuan itu, pihak pengembang memberikan kebijakan kepada sekitar 75 pedagang yang belum lunas untuk secepatnya membayar tanpa dibebani denda, dan itu diberi waktu satu bulan dari sekarang, atau sampai Maret mendatang,” terang Mamat.

Dia juga mengatakan, bahwa pihak pengembang sudah terbuka dan beritikad baik membantu Pemkot Banjar mensukseskan revitalisasi Pasar Muktisari. Sekarang tinggal pedagang yang masih punya sangkut paut piutang supaya menyadari akan kewajibannya.

Menurut Mamat, hal itu yang harus disikapi dan didorong bersama, agar pedagang tersebut mampu melunasi utangnya sebelum pembangunan pasar dimulai. “Insya Allah, hasil pertemuan kami dengan pengembang akan disampaikan segera dan menggelar pertemuan kembali dengan para pedagang dan elemen penting yang dibutuhkan,” kata Mamat.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang dihimpun HR di lapangan, terungkap sebuah pertanyaan apakah pedagang yang belum lunas itu dikarenakan ada oknum panitia sebelumnya, atau memang real pedagang belum melunasi sama sekali.

Jika benar demikian, maka oknum tersebut harus bertanggungjawab, dan pedagang yang memang belum lunas harus menyadarinya. (Nanks/Koran-HR)

KOMENTAR ANDA