Salut, di London Jumlah Pesepeda Ungguli Jumlah Pengguna Mobil

Photo: Ilustrasi net/Ist.

Berita Teknologi, (harapanrakyat.com),- Macetnya jalan raya di kota-kota besar di Indonesia akibat terlalu banyaknya jumlah kendaraan. Tentu saja kondisi tersebut sangat memusingkan. Coba Anda bayangkan jika kita hidup di sebuah kota yang penduduknya lebih banyak menggunakan sepeda daripada pengguna kendaraan bermotor!

Hal seperti itu akan segera terwujud di London. Dilansir dari Gizmodo (04/02/2016), bahwa jumlah pengendara sepeda di London mengalahkan jumlah pengendara mobil. Berdasarkan data statistik yang dicatat oleh badan pemerintah “Travel For London,” jumlah mobil di jalan raya berkurang sejak 15 tahun terakhir, yaitu sebanyak 137.000 unit per hari di tahun 2000, dan di tahun 2014 turun drastis menjadi 64.000 unit.

Bahkan, yang paling mencengangkan lagi adalah jumlah perpindahan masyarakat London dari kendaraan pribadi ke transportasi alternatif, dimana dalam beberapa tahun terakhir ini jumlah pengguna sepeda naik hingga 3 kali lipat dari 12.000 menjadi 36.000. Diprediksikan beberapa tahun ke depan jumlah pengguna sepeda di jalan raya saat jam sibuk akan mengalahkan jumlah kendaraan bermotor.

Seiring meningkatnya pendatang di London dalam beberapa tahun terakhir, mengakibatkan jumlah penduduk London semakin padat. Sehingga, kebutuhan akan transportasi umum semakin banyak dan jumlah kendaraan alternatif, seperti kereta bawah tanah, bus dan sepeda mengalami perkembangan yang pesat. Maka tak heran jika mobil tidak lagi jadi bagian dari jalanan di kota London.

Itu artinya, kesadaran akan lingkungan menjadi faktor tersendiri atas berkurangnya jumlah pengguna kendaraan pribadi. Karena, kemacetan yang tak dapat diurai dan borosnya pemakaian bahan bakar yang berdampak polusi, membuat lingkungan tidak lagi kondusif untuk ditinggali.

Selain itu, faktor kesadaran yang tinggi akan kesehatan pun menjadi point penting guna mengurangi kemacetan. Masyarakat yang telah memiliki kesadaran tinggi akan kesehatan, tentu saja akan memilih untuk berjalan kaki, naik bus atau sepeda, daripada stress menunggu macet hingga berjam-jam.

Apakah masyarakat di Indonesia bisa mengatasi macet dengan beralih ke transportasi alternatif seperti halnya di London? (Eva/R3/HR-Online)

KOMENTAR ANDA