Sebelum Indonesia Merdeka, Hektaran Sawah di Pangandaran Ini Biasa Terendam Banjir

Ratusan hektare lahan pesawahan yang telah ditanami padi di Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, terendam banjir. Photo: Entang SR/HR.

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Banjir yang menenggelamkan ratusan hektar sawah milik warga di Desa Tunggilis, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, merupakan banjir yang tanpa solusi. Pasalnya, hal itu sudah biasa terjadi sejak zaman Indonesia belum merdeka.

Seperti dikatakan Ade Samsudin, salah seorang warga Desa Tunggilis, kepada HR Online, Rabu (10/02/2016). “Dari zaman sebelum merdeka hingga saat ini zaman reformasi, belum pernah ditangani serius oleh pihak pemerintah. Ratusan pemilik lahan pertanian selalu menjadi korban bencana tahunan ini, menginggat sawah mereka sudah ditanami padi, kini terendam. Pada akhirnya tanaman padi pun mati,” kata Ade.

Hal senada juga diungkapkan Marjuki, warga lainnya. Menurut dia, banjir yang merendam ratusan hektare sawah tersebut bukan banjir bandang yang hanya lewat sesaat saja, melainkan banjir yang memakan waktu cukup lama.

“Selama intensitas hujan terus terjadi di hulu sungai, yaitu di daerah yang dilintasi Sungai Citanduy, seprti Tasikmalaya, Ciamis dan Banjar, otomatis banjir akan lama. Namun, jika cuaca kembali normal, maka air pasti cepat surut,” tutur Marjuki.

Para petani pun berharap banjir segera surut, karena jika terlalu lama merendam lahan pesawahannya, otomatis tanaman padi akan mati karena membusuk. Selain itu, mereka juga mengharapkan pihak pemerintah untuk turun tangan mengatasi masalah banjir di wilayahnya. (Ntang/R3/HR-Online)

KOMENTAR ANDA

Komentar