SMKN 3 Banjar Kekurangan RKB, Siswa Terpaksa Belajar Moving Class

SMKN 3 Banjar Kekurangan RKB, Siswa Terpaksa Belajar Moving Class

Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 3 Kota Banjar, masih kekurangan 5 Ruang Kelas Baru (RKB). Akibatnya, sebagian siswa terpaksa belajar dengan system Moving Class, atau berpindah-pindah ruang kelas. Photo: Nanang Supendi/HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 3 Kota Banjar, sampai saat ini masih kekurangan 5 Ruang Kelas Baru (RKB), sehingga sebagian siswa terpaksa belajar dengan system Moving Class, atau berpindah-pindah ruang kelas.

Hal itu diungkapkan Kepala SMKN 3 Banjar, Drs. An’nur, M.M.Pd., saat ditemui Koran HR di ruang kerjanya, belum lama ini. Dia menyebutkan, dari kebutuhan 37 RKB, hingga kini SMKN 3 Banjar baru memiliki 32 RKB. Jadi masih kekurangan 5 RKB.

Menurut An’nur, solusi moving class sebagai bentuk kondisi darurat dari adanya kekurangan RKB. Namun, pemberlakuan system tersebut menjadikan sebagian siswa kurang efektif dalam belajarnya karena tidak terbiasa.

“Contoh untuk kebersihan kelasnya, siswa kurang peduli karena saling mengandalkan diantara rombongan belajar (Rombel) atas penempatan RKB yang bergantian,” katanya.

Padahal, lanjut An’nur, siswa-siswi di SMKN 3 Banjar ini cerdas-cerdas dan guru-gurunya pun rajin. Sehingga, perlunya solusi untuk segera bisa memiliki RKB sebagaimana kebutuhan kekurangan tersebut.

Menurutnya, dalam masalah ini, Dinas Pendidikan Kota Banjar melalui Bidang Sarana, harus mendorongnya, agar upaya pengajuan proposal yang telah disampaikan pihaknya ke pemerintah pusat melalui Dirjen Pendidikan, dapat segera direalisasikan.

Pihaknya berharap, di tahun 2016 ini pengajuannya dapat terakomodir dan ada jawaban. Sebab, jika terlalu lama, selain mengganggu aktivitas belajar mengajar, juga dapat mengancam pengurangan rombel dalam penerimaan siswa yang akan datang.

“Dari pada tidak seimbang dengan RKB, dimungkinkan penerimaan siswa baru mendatang atau rombelnya akan dikurangi. Tapi, kalau hal itu dilakukan, tentu sangat disayangkan,” tukasnya.

Seperti saat penerimaan siswa baru pada tahun ajaran 2015, dari calon siswa yang mendaftar, banyak diantaranya tidak bisa tertampung. Dari pada terlalu banyak siswa dengan belajar system moving class, akhirnya pihak sekolah terpaksa mengurangi jumlah rombel dari jumlah yang telah ditentukan.

“Upaya segera pembangunan RKB ini memang bukan hanya perlu didorong pemerintah kota melalui Disdik saja, melainkan pihak Komite Sekolah juga berkewajiban untuk ikut memperjuangkan,” harapnya.

Meski belum ada kepastian kapan mendapatkan alokasi anggaran pembangunan RKB, kata An’nur, di tahun 2016 ini sekolahnya akan mendapatkan anggaran pembangunan Indur atau sejenis sarana gedung olah raga.

Di tempat terpisah, Ketua Komite SMKN 3 Banjar, Sutopo, mengaku, pihaknya sudah mengetahui akan kekurangan 5 RKB. Pihaknya kini sedang berjuang mengupayakan agar secepatnya bisa mendapatkan alokasi anggaran RKB dari pemerintah pusat

“Kami lagi mengupayakan dari anggaran pusat, bahkan akan meminta format sebagai isian untuk memenuhi kelengkapan pengajuaan proposal,” kata Sutopo. (Nanks/Koran-HR)

KOMENTAR ANDA

Komentar

Related articles