Soal Limbah PT. PECU Pangandaran, DPRD: Haruslah Disikapi Hati-Hati

Warga Dusun Cipari, RT 04 RW 02, Desa Sukaresik, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran, Provinsi Jawa Barat, memprotes limbah pabrik PT. Pacific Eastern Coconut Utama (PECU) yang dibuang ke Sungai Citonjong. Pasalnya, limbah pabrik tersebut merusak kehidupan yang terdapat di sungai, muara laut dan kolam warga. Photo : Madlani/ HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pangandaran, Iwan M Ridwan, M.Pd, meminta persoalan limbah PT. Pasific Eastern Coconut Utama (PECU) yang belakangan ini diportes warga untuk disikapi dengan hati-hati.

Iwan beralasan, keberadaan PT. PECU yang beralamat di Dusun Ciokong Desa Sukaresih Kecamatan Sidamulih memberikan konstribusi besar kepada masyarakat dan pemerintah, mulai dari Pemerintah Desa Sukaresik, Kecamatan Sidamulih hingga Pemkab Pangandaran.

“Diantaranya penyerapan tenaga kerja dan penyerapan bahan baku kelapa lokal dari petani. Yang tentunya berkaitan dengan peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” katanya, kepada Koran HR, pekan lalu.

Menurut Iwan, sebelum menentukan tindakan dan kebijakan, baiknya Pemerintah Daerah Kabupaten Pangandaran menunggu hasil uji laboratorium terkait limbah hasil aktifitas produksi PT. PECU.

Namun begitu, Iwan menyarankan agar manajemen PT. PECU proaktif turun ke masyarakat dan menanggapi keluhan serta masukan dari mereka. Hal itu agar tidak ada pihak-pihak yang merasa dirugikan.

Terkait perijinan, Iwan menilai perusahaan besar sekelas PT. PECU tidak mungkin lalai mengurusinya. Untuk itu, pihaknya meminta Pemerintah Daerah Kabupaten Pangandaran berhati-hati saat menyikapinya.

Pada kesempatan yang sama, Iwan menambahkan, pihaknya akan melibatkan semua Komisi yang ada di DPRD Kabupaten Pangandaran untuk segera menangani masalah limbah PT. PECU. Soalnya, hal itu berkaitan dengan seluruh aspek yang ditangani komisi-komisi di DPRD.

“Bila ada aturan yang dilanggar, PT. PECU harus memiliki i`tikad baik untuk menyelesaikannya. Karenanya pemerintah juga harus menegakkan aturan. Tapi sambil menunggu hasil uji laboratorium, SKPD dan pengusaha harus proaktif, dan masyarakat harus menahan diri,” katanya.

Di tempat terpisah, Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Kabupaten Pangandaran, Surya Darma, ketika dimintai tanggapan, pihaknya mengaku masih menunggu hasil laboratorium yang sedang meneliti kandungan dalam limbah PT. PECU.

“Kami belum mendapatkan informasi hasil laboratorium, mungkin masih dalam proses, nanti akan kami tanyakan langsung,” kata Surya. (Mad/Koran-HR)

Berita Terkait

Soal Limbah, Kades Sukaresik Pangandaran Minta PT Pecu Realisasikan Janjinya

Limbah Pabrik PT. PECU Pangandaran Diprotes Warga

Tercemar Limbah, Sampel Air Sungai Citonjong Pangandaran Diuji Lab

 

KOMENTAR ANDA