Soal Relokasi Pedagang Pasar Muktisari, Dishub Banjar Siap Rekayasa Lalin

Soal Relokasi Pedagang Pasar Muktisari, Dishub Banjar Siap Rekayasa Lalin

Pasar Muktisari di Kecamatan Langensari, Kota Banjar, dalam waktu dekat ini akan segera direvitalisasi sehingga nantinya menjadi pasar tradisional modern. Photo: Nanang Supendi/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Terkait rencana jalan irigasi jadi tempat relokasi pedagang Pasar Muktisari, Kecamatan Langensari, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Banjar, siap untuk melakukan rekayasa lalu-lintas di sekitar lokasi.

Hal itu dikatakan Kepala Dishub Kota Banjar, Ide Suhendar, saat dikonfirmasi HR Online, Jum’at (05/02/2016). Namun, dia mengaku, sampai saat ini belum ada pembicaraan atau pembahasan lebih lanjut, sejak diadakanya sosialisasi revitalisasi Pasar Muktisari oleh Disperindagkop kepada para pedagang, di aula Desa Langensari, pada Rabu (03/02/2016) lalu.

“Pada saatnya nanti di tempat relokasi tersebut, mesti diperhatikan secara matang terutama meminimalisir kemacetan. Untuk itu, upaya pertama diharapkan dalam membuat los sementara di tanggul irigasi, jangan sampai kena bahu jalan,” kata Ide.

Kemudian, di sepanjang jalur jalan tersebut, kemungkinan kendaraan yang masuk atau yang melewatinya akan diberlakukan satu arah. Sementara, untuk arah sebaliknya akan ada pengalihan jalan.

Sebab menurut Ide, jika jalan ditutup total, tentu akan menimbulkan masalah, terutama bagi mobil pengangkut barang yang akan diturunkan di pasar. Resikonya, selain mobil terparkir terlalu jauh, untuk mengangkut barangnya pun jadi jauh.

Dengan demikian, perlu upaya penyelamatan angkutan barang ataupun manusia. Sedangkan hal lainnya yaitu, tempat parkir bagi kendaraan pedagang maupun pembeli harus jelas dan menjadi perhatian pihaknya.

“Tak kalah penting, jika tempat itu digunakan sebagai tempat relokasi, perizinan penggunaan tanggul dan jalan irigasi dari dinas PU harus ada. Nah ini, hingga kini belum tembus, termasuk kepada dinas terkaitnya,” tandas Ide.

Untuk itu, persiapan relokasi perlu segera ditindaklanjuti agar bisa sinergis dengan kepentingan pedagang dan tidak terjadi kegaduhan. Seperti halnya pedagang belum apa-apa sudah mengkavling los sendiri. Jika tidak segera diatasi bisa terjadi perselisihan sesama pedagang karena saling berebut tempat.

“Artinya, segala sesuatunya perlu pemahaman bersama, pedagang berjualannya di tempat sementara nyaman, serta revitalisasi pasar pun bisa berjalan lancer,” tandasnya. (Nanks/R3/HR-Online)

KOMENTAR ANDA

Komentar

Related articles