Ubah ‘Wajah’ Pangandaran, Pemkab Kerjasama dengan ITB

Ubah ‘Wajah’ Pangandaran, Pemkab Kerjasama dengan ITB

Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata saat melakukan pertemuan dengan Rektor ITB, Prof. Kadarsah Suryadi, dalam rangka menjajaki kerjasama, di Kampus ITB Bandung, pekan lalu. Foto: Subagja Hamara/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Pemkab Pangandaran akan menggaet Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk merumuskan penataan kota, penataan kawasan wisata dan penataan kawasan perkantoran pemerintahan di Kabupaten Pangandaran. Untuk mewujudkan kerjasama tersebut, Pemkab sudah melakukan pertemuan dengan Rektor ITB, Prof. Kadarsah Suryadi, di Kampus ITB Bandung, pekan lalu.

Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, mengatakan, setelah dilantik sebagai bupati, dirinya langsung mengambil langkah untuk memetakan arah pembangunan Pangandaran kedepan. Agar perencanaan pembangunan terarah dan terdesain dengan baik, lanjut dia, perlu menggandeng akademisi ahli tata kota.

“Kami serius ingin membangun Pangandaran lebih baik. Karena Pangandaran memiliki potensi yang luar biasa untuk dikembangkan menjadi sebuah kawasan parawisata mendunia. Untuk mewujudkan mimpi besar itu, tentu dibutuhkan para ahli tata kota untuk mendesain seluruh kawasan di Pangandaran agar lebih baik,” terangnya, kepada Koran HR, pekan lalu.

Jeje menambahkan, pihaknya sudah melakukan pertemuan dengan Rektor ITB dalam rangka menjajaki kerjasama tersebut. Dari hasil pertemuan itu, lanjut dia, Rektor ITB menyambut baik dan akan kembali melakukan pembahasan lebih detail terkait kerjasama tersebut. “Pertemuan kedua dengan ITB nanti akan dilakukan di Pangandaran. Mereka pun ingin melihat langsung kondisi riil di lapangan guna mengetahui apa yang dibutuhkan oleh Pangandaran,” terangnya.

Jeje menjelaskan target dari kerjasama tersebut untuk menghasilkan desain tata kota yang nantinya akan dijadikan rujukan dalam perencanaan pembangunan. “Kita punya mimpi besar yang ingin mewujudkan Pangandaran sebagai kawasan wisata mendunia. Namun, kita masih meraba-raba untuk lari ke arah sana. Nah, kita minta bantuan ITB untuk mendesain penataan kota, agar kita tidak lagi meraba-raba. Karena dalam desain itu nanti akan dipetakan mana kawasan wisata, kawasan pemerintahan dan kawasan bisnis, berikut dipetakan pula strategi dalam pengembangannya,” jelasnya.

Sementara itu, Rektor ITB Prof Kadarsah Suryadi, mengatakan, sebelum Pemkab Pangandaran menawarkan kerjasama, pihaknya pun sudah diminta oleh Kementerian Parawisata untuk melakukan kajian potensi wisata di Pangandaran.

“Jadi, kerjasama ini bak gayung bersambut. Kita punya program di Pangandaran, kemudian pemerintah daerahnya pun meminta kami untuk membantu mendesain keseluruhan penataan kotanya, termasuk mendesain parawisatanya juga. Nanti akan kita integrasikan antara program Kementrian dengan program Pemkab Pangandaran,” katanya, pekan lalu.

Kadarsah mengatakan, dirinya dari dulu sudah memimpikan agar kawasan wisata Pangandaran lebih baik dari Bali. Karena, menurutnya, dari segi potensi wisata, Pangandaran sebenarnya tidak kalah dari Bali.

“Tinggal penataan, pengalian potensi dan pengelolannya saja yang masih kalah. Makanya, kalau kerjasama nanti sudah berjalan, kami akan turunkan sumber daya ITB terbaik untuk membantu mendesain Pangandaran,” ungkapnya. (Bgj/Koran-HR)

KOMENTAR ANDA

Komentar

Related articles