Walhi Banjar Tolak Pemberlakuan Kantong Plastik Berbayar

Wakil Ketua Walhi, Jajang Kandar. Photo : Nanang Supendi/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) menolak keras pemberlakuan kantong plastik berbayar, di sejumlah pusat perbelanjaan mulai pasar tradisional sampai pasar modern seperti toserba dan minimarket.

“Itu merugikan masyarakat dan hanya menguntungkan perusahaan!,” tegas Wakil Ketua Walhi, Jajang Kandar, saat Pendidikan Kader Walhi (PKW), di sekretariat Walhi, Desa Batulawang, Kec. Pataruman, kepada HR Online, Sabtu (27/02/2016).

[ Baca juga : Ini Tanggapan Warga Banjar Terkait Kresek Berbayar ]

Menurutnya, kebijakan tersebut bukan memberikan pendidikan kepada masyarakat, namun malah menjadi beban. “Jika alasan pengurangan sampah dari plastik, mestinya masyarakat didorong ke back to nature (kembali ke alam),” ujarnya.

Dia menjelaskan, kembali dari alam yaitu memanfaatkan sumberdaya alam yang ada, seperti membuat kantong honja berbahan daun gebang, daun hoe. “Nah industri kreatif kantong seperti itu di Banjar tidak ada,” tukasnya.

Kantong berbahan itu, jelas dia, merupakan barang atau kantong ramah lingkungan. Jadi yang perlu ditekan adalah membatasi produksi plastik, terlebih berbahan karbon sudah terlalu banyak dan itu menjadi sampah yang susah terurai.

“Itu kan yang jadi masalahnya sampai kebijakan kantong plastik berbayar diberlakukan. Artinya, perlu pengawasan produksi kantong plastik, sehingga tak akan banyak dipakai masyarakat,” tandasnya.

Sementara terkait adanya minimarket di Banjar yang sudah memberlakukan kantong plastik berbayar, Jajang mengungkapkan, walaupun itu adalah instruksi perusahaannya, tapi perlu diingat Pemkot Banjar belum menginstruksikannya, terlebih Pemkot Banjar harus membuat regulasinya dulu.

“Kemudian apakah kresek berbayar di minimarket Kota Banjar sudah disosialisasikan ke masyarakat. Sosialisasi penting dilakukan agar masyarakat paham maksudnya. Dan sebelum diberlakukan di Kota Banjar, sebaiknya Pemkot Banjar perlu mengkajinya dulu,” jelasnya. (Nanks/R5/HR-Online)

KOMENTAR ANDA