Warga Cibeureum Banjar Blokir Jalan TPA

Deretan armada pengangkut sampah milik DCKTLH Kota Banjar, tampak berjejer di jalan Desa Cibeureum akibat warga Dusun babakan memblokir jalan masuk ke TPA. Photo: Hermanto/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Sejumlah warga di Dusun Babakan, Desa Cibeureum, Kecamatan Banjar, Kota Banjar, memblokir sejumlah armada truck pengangkut sampah yang hendak masuk ke area Tempat Pembuangan Akhir (TPA), Selasa (23/02/2016).

Pemblokiran dilakukan warga yang menuntut janji Pemerintah Kota Banjar, untuk segera membangun jalan alternatif sehingga truck pengangkut sampah tidak lagi melewati perkampungan.

Dengan adanya pemblokiran, alur distribusi pembuangan sampah dari TPS (Tempat Pembuangan Sementara) ke TPA menjadi terhambat. Jika masalah ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin akan terjadi penumpukan sampah di wilayah Kota Banjar.

Pasalnya, hingga Selasa sore, warga masih tetap bertahan dengan sikapnya, yakni memblokir truck-truck pengangkut sampah yang hendak masuk ke TPA Cibeureum.

Dadang, salah seorang sopir truck sampah, mengatakan, warga setempat melarang semua armada pengangkut sampah masuk ke TPA Cibeureum. “Ketika saya mau mengirim sampah ke TPA, tiba-tiba dihadang oleh 10 orang warga. Pada intinya mereka melarang kami untuk lewat ke sana,” tuturnya.

Tidak ingin bermasalah dengan warga, Dadang akhirnya memutar balik arah kendaraannya. Hal seperti ini pun diikuti oleh sopir-sopir truck lainnya. Sehingga, ada 7 unit truck pengangkut sampah terpaksa parkir di pinggir jalan Desa Cibeureum.

Sementara itu, Kepala Dusun Babakan, Desa Cibeureum, Dayat, mengatakan, warga hanya ingin menagih janji pemerintah kota. Terlebih beberapa pekan lalu pemerintah sudah menjanjikan hendak membebaskan lahan milik warga untuk dibuat jalan akses ke TPA.

Dayat pun mengaku, dirinya sudah berusaha membujuk warga agar mau merelakan kembali wilayahnya dilalui truck pengangkut sampah. Namun, warga merasa “dibohongan” terus oleh pemerintah kota.

“Kami tidak bisa berbuat banyak ketika mereka terus dengan pendiriannya. Janji untuk membuat akses jalan ke TPA sudah disampaikan pemerintah kota kepada warga sejak beberapa tahun lalu, hal ini dilakukan pemkot tidak lama setelah TPA dibangun oleh pemerintah,” kata Dayat.

Di tempat terpisah, Kepala Dinas Cipta Karya, Kebersihan, Tata Ruang dan Lingkungan Hidup (DCKTLH) Kota Banjar, Drs. H. Yoyo Suharyono, mengaku dirinya menyesalkan atas sikap warga tersebut. Padahal, saat ini proses pembebasan lahan untuk pembangunan jalan akses masih dilakukan pihaknya.

“Sekarang baru selesai pengukuran. Jadi kami harap warga bisa memaklumi bahwa proses pembangunan jalan itu membutuhkan proses, dan menempuh mekanisme peraturan,” ujarnya.

Yoyo menyebutkan, bahwa lahan yang hendak dibebaskan itu panjangnya 280 meter dengan lebar 7 meter. Lahan yang hendak dibebaskan tersebut merupakan milik 12 orang warga. Dirinya juga mengakui, bahwa situasi pemblokiran ini telah mengancam pengolahan sampah di Kota Banjar.

“Kami meminta warga Kota Banjar bisa memaklumi, jika sampah saat ini untuk sementara tidak bisa diangkut, dan kami akan segera mencarikan solusi atas permasalahan ini,” kata Yoyo. (Hermanto/Koran-HR)

KOMENTAR ANDA

Komentar