Waspadai Menjamurnya Komunitas Gay di Banjar

Ilustrasi. Foto: Ist/Net

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Ketua Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Provinsi Jawa Barat, R. Iwan Riswantara Suryakusumah, SE., menghimbau kepada Pemerintah Kota Banjar, mulai dari kecamatan, kelurahan dan desa bersama seluruh lapisan masyarakatnya, agar mewaspadai menjamurnya komunitas homo seksual atau gay.

“Tak menutup kemungkinan, di Kota Banjar ini sudah banyak kaum gay berkeliaran. Seperti halnya trend atau geliat golongan minoritas tersebut hampir mewabah di seluruh kota besar di Indonesia,” katanya, kepada Koran HR, pekan lalu.

Menurutnya, penyimpangan seksual ini terus terjadi secara terang-terangan, bahkan kaum gay membentuk komunitas dan seolah meminta diakui sebagai anggota masyarakat yang normal. Mereka sudah berani terang-terangan, seperti rencana berkumpulnya kaum gay di Surabaya yang akan menggelar pesta pada hari Valentine Day 14 Februari lalu.

Kaum gay bukan hanya kalangan pria dewasa, tetapi perkembangannya sudah merambah anak SMP dan SMA. Bukti ke arah situ sudah banyak dan kenyataannya ada di kota-kota wilayah Jabar sendiri.

“Memang susah untuk mendeteksinya kaum gay itu. Perlu dicurigai adanya di tempat kost-kostan, hindari racun sosial seperti itu,” ujar Iwan.

Intinya, gangguan sosial tersebut jangan sampai menjamur lebih banyak, tak terkecuali di Kota Banjar ini. Pihaknya berharap berbagai elemen masyarakat harus meminimalisir merambahnya kaum gay. Terlebih dasa warsa ini ada kekhawatiran komunitas tersebut minta dilegalkan atas hubungan sesama jenisnya.

Menurut Iwan, mereka beranggapan pelarangan pernikahan sejenis merupakan bentuk pelanggaran Hak Azasi Manusia (HAM) untuk mencintai dan hidup bersama, meskipun dengan jenis kelamin yang sama.

Sementara itu, Asda II Pemkot Banjar, Agus Eka Sumpena, mengatakan, sebagaimana catatan atau data yang ada di Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Banjar, bahwa kaum gay di Kota Banjar ada sekitar 1.000 orang.

“Jadi memang kaum gay perlu diwaspadai dan jangan sampai menjamur lebih banyak, karena tercatat berarti ada, bahkan punya komunitasnya di Banjar ini,” jelasnya.

Adanya catatan dan temuan di Kota Banjar hingga jumlahnya mencapai ribuan, Camat Purwaharja, Kania, meminta kepastian keberadaannya, kemudian dipantau dan ada upaya solusi supaya tidak semakin manjamur.

“Untuk yang sudah terjangkit gangguan seksual, harus diberi pengertian dan dibina, seperti halnya diajak kegiatan pengajian dan bebagai kegiatan positif lainnya,” katanya.

Menurut Kania, hal itu merupakan sebuah langkah terbaik untuk membantu mereka agar kembali ke fitrahnya sebagai manusia normal, bukan dengan melegalkannya.

“Jadi ini bukan hanya tugas pemerintah saja, tapi semua pihak membantu kaum gay dengan menyadarkan fitrah kemanusiaannya,” tandasnya. (Nanks/Koran-HR)

KOMENTAR ANDA