2 Wisatawan Citumang Pangandaran Terbawa Arus Saat Berselfi

2 Wisatawan Citumang Pangandaran Terbawa Arus Saat Berselfi

Polisi bersama tim SAR dan pemandu wisata, saat melakukan pencarian korban tenggelam, di Sungai Cinerus Dusun Karangnangka, Desa Bojong, Kecamatan Parigi. Kabupaten Pangandaran, atau di kawasan objek wisata Citumang, Selasa (01/03/2016). Foto: Entang Saeful Rachman/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Sofiah, salah seorang teman dua korban tewas tenggelam di objek wisata sungai Citumang, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, Senin (29/02/2016) sore, kepada petugas menceritakan kronologis kejadian yang menyebabkan dua temannya tewas.

Seperti yang disampaikan Camat Parigi, Haryono, kepada HR Online, Selasa (01/03/2016), waktu itu Sofiah bersama Desi dan Santi (korban tewas), urung berenang di sungai Citumang (Ralat: bukan tenggelam saat berenang seperti diberitakan sebelumnya), karena waktu sudah menunjukan pukul 17.00 WIB atau menjelang malam. Karena tanggung sudah berada di Citumang, akhirnya ketiganya memutuskan berfoto selfi di bebatuan sungai yang berada di dekat bendungan.

Ketiganya pun waktu itu bergantian berfoto selfi untuk sekedar mengambil moment berada di objek wisata Citumang guna kepentingan dokumentasi pribadi mereka. Namun, saat asik berselfi ria, tiba-tiba dari air terjun bendungan datang banjir bandang dan langsung menghantam ketiganya hingga terbawa arus sungai. Karena tidak berniat berenang, ketiganya waktu itu tidak menggunakan alat pelampung, sehingga dengan mudah terbawa arus sungai.

Beruntung, Sofiah berhasil menyelamatkan diri. Saat terhempas air bah, didekatnya ada akar pohon besar yang menjulur ke sungai. Dia pun dengan refleks langsung meraih akar pohon sebagai pegangan untuk berusaha menyelematkan diri.

Dengan bersusah payah, dia pun akhirnya berhasil naik ke darat dan terselamatkan dari maut. “Waktu itu saya langsung minta tolong kepada warga,” kata Sofiah, sebagaimana yang diceritakan Camat Parigi, Haryano.

Setelah teriakannya terdengar warga dan pemandu wisata setempat, Sofiah pun mendapat pertolongan. Warga yang mendapat informasi bahwa dua temah Sofiah terseret arus sungai, langsung melakukan pencarian dengan menyusuri Sungai Cinerus.

Namun, karena saat itu waktu menjelang malam, pencarian pun hanya berlangsung selama 2 jam. Karena pencarian korban tenggalam tidak bisa dilakukan pada malam hari. Akhirnya pencarian pun dihentikan dan dilanjutkan pada esok harinya. (Ntang/R2/HR-Online)

KOMENTAR ANDA

Komentar

Related articles