Aktivis Banjar Sebut Penerapan Kantong Plastik Berbayar Kebijakan Sepihak Corporate

Aktivis Banjar Sebut Penerapan Kantong Plastik Berbayar Kebijakan Sepihak Corporate

Photo: Ilustrasi net/Ist.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Penerapan kantong plastik berbayar yang sudah diterapkan sejumlah ritel di Kota Banjar saat ini, terus mendapat sorotan dan penolakan berbagai kalangan. Salah satunya dari kalangan aktivis Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) Kota Banjar.

Joni Hidayat, salah seorang aktivis HMI, menilai, penerapan aturan itu baru sebatas kebijakan sepihak dari corporate tersebut. Menurut dia, mestinya pihak corporate menempuh tahapan yang berlaku. Contoh hal sederhana yaitu ditinjau dari tingkat sosialisasi kebijakan.

“Kami selaku konsumen bukan berbicara mengenai nominal harga, tapi kejelasan kebijakan yang diberlakukan corporate itu. Sejauh mana hal ini ditempuh, terus koordinasi kepada stakeholder terkait. Yang menjadi dasar diberlakukan kebijakan itu harus ada dasar yang jelas, hasil kajian berikut survey lapangan. Jelas itu harus menjadi bahan pertimbangan,” katanya, kepada HR, Senin (29/02/2016).

Joni juga mempertanyakan, apakah kebijakan tersebut hanya diberlakukan sepihak, yaitu corporate terhadap konsumen, atau ada kesepakatan bersama elemen terkait, baik pemerintah maupun pihak lainnya.

Hal ini menjadi pertanyaan tersendiri bagi para konsumen, apakah kebijakan itu untuk kebaikan umum yang beralibi meminimalisir sampah plastik. Ataukah ada indikasi profit oriented yang berujung laba.

Jika memang untuk meminimalisir sampah plastik, bagaimana sentuhan untuk sampah plastik yang lain, seperti halnya kantong plastik makanan anak dan sebagainya. Masalah ini ikut terpikirkan atau tidak.

“Masalahnya inikan erat kaitannya dengan budaya dan etitud yang berlaku di daerah yang ditempati corporate, atau dari ritel yang dijalankan di Kota Banjar ini,” ujar Joni.

Pihaknya selaku konsumen juga mempertanyakan respon Pemkot Banjar dan intansi terkait, terhadap pemberlakuan kebijakan pusat tersebut, sejauh mana tanggapan kepekaannya. “Intinya kami menolak hal yang belum jelas asal-usul dan dasarnya,” pungkas Joni. (Nanks/R3/Koran-HR)

KOMENTAR ANDA

Komentar

Related articles