Aktivis Mahasiswa Banjar Soroti Penanganan Kasus SIK

Aktivis Mahasiswa Banjar Soroti Penanganan Kasus SIK

Ilustrasi. Foto: Ist/Net

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Kasus pengadaan Sistem Informasi Kesehatan (SIK) yang sempat mencuat diduga belum mendapatkan hasil. Pasalnya, pengaduan yang telah dilakukan oleh sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) ke Kejaksaan Negeri Kota Banjar pada bulan Juni 2015 lalu, hingga saat ini belum juga mendapatkan titik terang.

Hal itu dikatakan salah seorang aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kota Banjar, Jajang Wahyudin, kepada Koran HR, pekan lalu. Menurutnya, kasus tersebut sudah jelas, dimana beberapa bukti telah didapatkan oleh BPK dari pemeriksaannya, tinggal pihak Kejari Banjar yang harus memburu bukti lain supaya kasus tersebut tidak “masuk angin.”

“Intinya, kami mendukung kinerja Kejari dalam penanganan semua kasus yang ada di Kota Banjar, terutama penegakan hukum terhadap siapapun yang merugikan negara. Penanganan korupsi bukan hanya tugas Kejari, karena semua masyarakat harus pro-aktif. Jangan sampai koruptor di Banjar menjamur disebabkan oleh setiap pelaporan tidak menemukan hasil yang jelas,” kata Jajang.

Pendapat serupa diungkapkan salah seorang aktivis dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Banjar, Tsabit Andre Habibi, bahwa dugaan penyalahgunaan yang dilaporkan sebuah LSM kepada Kejari Kota Banjar terkait pengadaan SIK, telah merugikan uang negara sekitar Rp.817 juta. Tidak hanya merugikan APBD tahun 2007, tapi juga APBD tahun 2008.

“Memang susah kalau kita mau mengungkap perkara yang sudah lama sekali. Tapi kami mengkaji kasus tersebut harus diselesaikan, sebab masih ada kesempatan. Kasus yang sudah lama di derah lain pun juga bisa terungkap. Masa di Banjar enggak,” tegasnya.

Tsabit menambahkan, dukungan semua elemen harus dibangun kembali dalam menuntaskan kasus SIK. Bahkan, pihaknya selalu mendukung upaya yang dilakukan Kejari dalam menuntaskan kasus tersebut, yang penting jangan sampai putus di tengah jalan.

Sementara itu, Kasi. Intel Kejari Kota Banjar, Rizal Ramdhani, mengatakan, penanganan kasus tersebut masih tetap diproses. Namun, pihaknya belum mendapatkan bukti-bukti yang baru.

“Jika ada bukti baru yang memperkuat kasus ini, kita lanjut. Tidak ada kata berhenti sebelum hakim mengetuk palu,” tandas Rizal. (Muhafid/Koran-HR)

KOMENTAR ANDA

Komentar

Related articles