Awas! Malware Ini Nyamar Jadi Game & Serang Android

Awas! Malware Ini Nyamar Jadi Game & Serang Android

Photo: Ilustrasi net/Ist.

Berita Teknologi, (harapanrakyat.com),-

Hari-hati bagi pengguna smartphone Android, karena dari hari ke hari semakin banyak malware atau virus Android yang muncul ke permukaan. Bahkan, kini ada virus terbaru sekaligus paling berbahaya, yakni “clickjacking.”

Sesuai namanya, malware ini berfungsi bila si pengguna melakukan beberapa ‘klik’ atau ketukan sebagai kode masuknya si malware. Cara si malware menipu pengguna melakukan klik yaitu melalui game.

Menurut perusahaan keamanan siber, Skycure, bahwa hacker pembuat ‘clickjacking’ akan menyusupkan malware tersebut pada sebuah aplikasi game yang memainkannya dengan cara mengetuk layar.

Karena berupa game, sehingga tanpa disadari si pengguna yang memainkannya akan mengetuk layar sesuai perintah. Dengan mudahnya sekali ketukan berhasil tercapai, dan si hacker dapat mengakses smartphone tersebut.

Pada saat hacker berhasil menginfeksi smartphone, maka seluruh data berupa tulisan ‘txt’ dapat dicopy, termasuk setiap kata yang dituliskan sipengguna melalui keyboard smartphone Android. Akibatnya, data personal seperti SMS, email maupun chat di aplikasi sosial media rawan dicuri.

Bahkan lebih parahnya lagi, ketika si malware sudah sepenuhnya menginfeksi smartphone, si hacker pengirimnya pun akan mampu mengubah pola perizinan smartphone tersebut secara total.

Kalau hal itu terjadi, sangat memungkinkan bagi si hacker untuk mengubah password lockscreen atau menghapus seluruh data pada smartphone Android.

Namun sayangnya, sampai saat ini Skycure belum bisa menemukan cara terbaik guna menghapus virus tersebut. Untuk mencegah infeksi clickjacking, solusinya adalah mengupdate OS ke Android Lollipop atau versi 5.0 ke atas. Karena, malware clickjacking hanya mampu menyerang smartphone Android yang berjalan dengan OS versi 2.2 (Froyo)-4.4 (KitKat).

Kemudian selain itu, Skycure mengimbau kepada pengguna agar tidak asal mengetuk ‘Yes’ ketika ada jendela notifikasi mencurigakan muncul, serta tidak memasang aplikasi dari luar Google Play Store atau toko aplikasi pihak ke tiga. (Eva/R3/HR-Online)

KOMENTAR ANDA

Komentar

Related articles