Awas! Pengedar Upal Kembali “Gentayangan” di Kota Banjar

Awas! Pengedar Upal Kembali “Gentayangan” di Kota Banjar

Yadi (21), menunjukkan uang palsu pecahan Rp.100.000 yang diterimanya dari hasil menjual smartphonenya melalui facebook. Photo: Muhafid/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Hati-hati, peredaran uang palsu (upal) di Kota Banjar, Jawa Barat, kembali marak. Seperti dialami Yadi (21), warga RT. 2, RW. 2, Dusun Citangkolo, Desa Kujangsari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar, belum lama ini.

“Pada tanggal 9 Maret kemarin, saya tertipu 700 ribu rupiah saat menjual smartphone Samsung Galaxy V plus melalui grup jual beli di facebook. Waktu itu smartphone saya laku 720 ribu rupiah rupiah, uang palsunya 700 ribu rupiah, sedangkan yang 20 ribu rupiahnya asli. Karena saya agak naik tensi, saya bakar uang palsunya 300 ribu, sisanya masih ada,” tutur Yadi, kepada HR Online, Selasa malam tadi (15/03/2016).

Yadi mengaku, dirinya bertemu dengan calon pembeli di daerah Cikabuyutan, Kelurahan Hegarsari, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, tepatnya di sekitar pertigaan lampu merah. Saat bertemu, pelaku mengaku warga Tasikmalaya.

“Sebelumnya saya komunikasi via handphone yang akan dijual. Sewaktu bertemu, dia langsung mengeluarkan uang 720 ribu rupiah, dan smartphone yang dibeli dari saya pun langsung dimasukkan ke dalam tasnya,” tutur Yadi.

Namun, saat melakukan transaksi, pelaku tidak turun dari motor Tiger warna hitam yang digunakannya, dan si pelaku masih menggunakan helm. Usai transaki, dengan tergesa-gesa pelaku langsung kabur.

“Setelah itu, saya simpan uangnya dan tidak digunakan. Tapi waktu tadi magrib membeli bensin di Pom Langkaplancar, saya kaget bukan main saat karyawan pom mengatakan bahwa uangnya palsu,” kata Yadi.

Peristiwa tersebut dibenarkan Samsul, teman Yadi, yang kebetulan menjadi saksi mata ketika transaksi. Menurut Samsul, kondisi saat itu memang gelap, namun dirinya masih ingat dengan motor Tiger berkenalpot bising yang dikendarai pelaku.

“Kalau transaksi, saya sarankan identitas pembeli atau penjual harus jelas, agar kejadian serupa tidak menimpa warga lain,” kata Samsul.

Hingga sekarang, Yadi belum melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian. Sedangkan, uang palsu yang diterimanya masih disimpan sebagai barang bukti. (Muhafid/R3/HR-Online)

KOMENTAR ANDA

Komentar

Related articles