Bantu Warga Miskin, Kota Banjar Butuh Rumah Susun

Bantu Warga Miskin, Kota Banjar Butuh Rumah Susun

Ilustrasi. Foto: Ist/Net

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Terkait dengan banyaknya warga yang mendirikan rumah bukan di atas tanah miliknya, maka Kota Banjar butuh rumah susun sederhana sewa (rusunawa). Hal ini sebagai solusi untuk membantu masyarakat miskin atau masyarakat berpenghasilan rendah yang tidak memiliki tanah.

Seperti dikatakan Her Her Rohilin, Ketua Perkumpulan Eksfo Kota Banjar, kepada Korasn HR, pekan lalu. Menurutnya, apabila ada keinginan dari Pemkot Banjar untuk membangun Rusunawa, maka hal itu dapat mengatasi permasalahan atau problematika bagi warga Banjar yang belum mempunyai rumah tetap.

“Jelas sangat setuju jika di Banjar dibangun sebuah Rusunawa. Di Banjar kan ada lahan 38 hektare, dan 8 hektare diantaranya dipakai Lapas Banjar, tinggal sisanya 30 hektare. Luas lahan 30 hektar tersebut bisa dipakai untuk pembangunan Rusunawa atau pembangunan rumah dewan. Dalam hal ini tinggal keinginan dari pihak pemkot itu sendiri,” ujar Her Her.

Pendapat serupa dikatakan salah seorang aktivis PMII Kota Banjar, Tsabit Andri Habibi. Menurut dia, memandang program unggulan walikota tentang RTLH, selama ini belum mampu menjawab persoalan pemenuhan tempat tinggal yang layak bagi warga miskin.

Untuk itu, pihaknya mendorong Pemkot Banjar agar membangun Rusunawa bagi warga tidak mampu. Jika dari sisi kemampuan keuangan daerah dipandang belum mampu membangun Rusunawa, pemkot bisa mengkomunikasikan hal ini dengan Kementerian Perumahan Rakyat.

“Hal ini sangat penting, sebab di Banjar sangat banyak warga miskin yang tidak memiliki lahan. Selain itu, sesuai konstitusi UUD 1945, bahwa tempat tinggal merupakan hak dasar warga negara yang menjadi tanggung jawab negara,” tandas Tsabit.

Di tempat terpisah, Kabid. Cipta Karya DCKTLH Kota Banjar, David Abdillah, membenarkan, bahwa wacana pembangunan Rusunawa merupakan solusi terbaik bagi Kota Banjar, dalam mengatasi kemiskinan warganya.

Namun, menurut David, dalam hal ini Pemkot Banjar belum ada rencana ke arah sana, dan sampai saat ini pihaknya masih menggunakan program Rutilahu dalam mengatasi masalah tersebut.

“Wacana pembangunan Rusunawa memang bagus, tapi pemkot masih tetap menggunakan tahapan-tahapan dalam mengatasi kemiskinan, yakni masih dengan program Rutilahu,” kata David. (Hermanto/Koran-HR)

KOMENTAR ANDA

Komentar

Related articles