Baru Dibangun, Kirmir Tersier di Rejasari Banjar Jebol

Baru Dibangun, Kirmir Tersier di Rejasari Banjar Jebol

 

Tembok atau kirmir saluran pembuangan air di Dusun Sindanggalih, RT 04 RW 06, Desa Rejasari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar, Provinsi Jawa Barat, jebol saat hujan deras, Kamis (24/03/2016) atau sekitar pukul 18.00 WIB. Padahal, kirmir tersebut baru selesai dibangun tiga bulan lalu, tepatnya akhir tahun 2015. Photo : Nanang Supendi/HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Tembok atau kirmir saluran pembuangan air di Dusun Sindanggalih, RT 04 RW 06, Desa Rejasari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar, Provinsi Jawa Barat, jebol saat hujan deras, Kamis (24/03/2016) atau sekitar pukul 18.00 WIB. Padahal, kirmir tersebut baru selesai dibangun tiga bulan lalu, tepatnya akhir tahun 2015.

Pantauan HR Online di lokasi, Sabtu (26/03/2016), dari sepanjang volume proyek kirmir yang baru dibangun itu, sekitar sepanjang 20 meter jebol dan kondisinya menutupi jalannya arus air pembuangan.

“Memang sore itu hujan lebat. Mungkin karena tidak kuat menahan air, kirmir kurang lebih 20 meter jadi jebol,” kata Rohim, warga setempat.

Namun demikian, Rohim merasa heran bangunan kirmir yang baru tiga bulan selesai dikerjakan dan hanya pada saluran selebar ini bisa gampang ambruk.

“Ada dugaan tidak beres dalam teknis pengerjaannya,” tukasnya.

Rohim mengaku perihal tersebut sudah dilaporkan ke Ketua RT dan RW. Dia juga berharap laporan itu segera ditindaklanjuti oleh Pemerintah Daerah Kota Banjar.

“Saya kira ini masih ada masa pemeliharaan yang menjadi tanggung jawab pelaksana proyek,” ujar dia.

Warga lainnya, Risno, menyebutkan, seharusnya kirmir tersebut kuat menahan arus air saluran jika pihak pelaksana proyek melaksanakan pekerjaan yang benar sesuai teknis dan speknya.

“Buktinya, masa baru tiga bulan dibangun sudah jebol lagi. Hujan deras bukan alasan utama, tapi kirmir ini saya duga dikerjakan asal-asalan,” tandasnya.

Baru Dibangun, Kirmir Tersier di Rejasari Banjar Jebol

Risno menegaskan, pekerjaan proyek kimir tentunya diawasi oleh dinas terkait. Tapi kenyataan tidak ada. Dia juga melihat material yang dipakai seperti campuran semennya sangat jauh dari ketentuan teknisnya.

“Coba lihat apakah seperti ini campuran semen yang dipakai. Jadi pantas sudah ambrol lagi kirmir ini,” ujar dia, sambil meremas-remas adukan tembok yang roboh. (Nanks/R4/HR-Online)

KOMENTAR ANDA

Komentar

Related articles