Begini Derita Seorang Anak Pengidap Hidrosefalus di Kota Banjar

Begini Derita Seorang Anak Pengidap Hidrosefalus di Kota Banjar

Kapolresta Banjar, AKBP. Novri Turangga, MH., M.Si., bersama jajarannya, tengah berdo’a untuk kesembuhan Muhammad Wildan (12), yang menderita hidrosefalus sejak lahir. Photo: Muhafid/HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

 “Tuhan, mengapa kami menjalani hidup yang serba susah dengan cobaan anak kami menderita hidrosefalus seperti ini. Tapi saya yakin itu semua sudah menjadi rahasia-Mu. Kami akan terima dengan ikhlas.”

Untaian kata dan do’a seperti itu sering dipanjatkan seorang ibu bernama Yati Suryati, warga RT. 1, RW. 14, Lingkungan Banjarkolot, Kelurahan Banjar, Kota Banjar, dalam menghadapi anak keduanya, Muhammad Wildan (12), yang menderita hidrosefalus sejak lahir.

Dalam kesehariannya, Yati hanya bisa diam di rumah menemani Wildan, anak bungsunya itu. Senyumnya terpancar seolah mengandung seribu makna kepasrahan saat HR berkunjung ke rumahnya, Senin (21/03/2016).

Selama ini Yati tinggal bersama kedua anaknya, karena dirinya telah bercerai dengan sang suami. Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, Yati hanya mengandalkan pemberian dari anak pertamanya.

“Anak saya Muhammad Wildan tidak bisa ditinggalkan, sedangkan anak yang paling besar sudah menikah dan bekerja. Jadi, kalau Wildan merengek kesakitan, hanya saya yang bisa menenangkannya,” tutur Yati, dengan nada lirih.

Kepada HR, dia juga menceritakan mengenai penyakit yang diderita anaknya sejak lahir. Awalnya Yati mengetahui dari perawat bahwa terdapat benjolan di bagian kepala anaknya. Lalu, dia memanggil “emak beurang” yang biasa diyakini warga bisa memberikan solusi terkait benjolan tersebut.

“Waktu itu kepala Wildan dipijit dengan perlahan sama “emak beurang,” tapi ternyata kata dokter itu tidak boleh. Sejak umur empat bulan, pertumbuhan benjolan sebesar telur semakin terlihat membesar secara cepat. Bahkan setiap harinya bertumbuh beberapa centimeter,” tuturnya.

Kemudian, Yati mencoba memohon bantuan kepada pihak RT setepat hingga ke Pemerintah Kota Banjar. Alhasil, Wildan dapat dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin, Bandung, untuk dilakukan operasi.

Hasil operasi cukup menjadi pelipur lara Yati, karena benjolan di kepala anaknya bisa diatasi dengan jalan operasi. Meski tidak sembuh total, namun kondisinya lebih baik dari sebelumnya.

“Cairan di dalam kepala anak saya sudah mengepung otak. Makanya ada selang yang ditanam oleh dokter di dalam kepala Wildan. Kalau dia salah posisi tidur, dia kerap kejang-kejang merasakan kesakitan,” katanya.

Yati pun berharap anaknya punya kursi roda agar bisa menghirup udara segar di luar rumah. Selain itu, dia berharap Wildan mendapatkan kesembuhan dan ada perhatian dari pemerintah bagi penderita hidrosefalus.

Harapan ingin anaknya bisa menghirup udara segar di luar rumah pun akhirnya terkabulkan. Ketika HR sedang berada di rumah Yati, tiba-tiba datang Kapolresta Banjar, AKBP. Novri Turangga, MH., M.Si., bersama jajarannya, membawa sebuah kursi roda untuk Wildan.

Kepada HR, Novri mengaku bahwa dirinya mengetahui adanya anak yang menderita hidrosefalus dan membutuhkan kursi roda itu berdasarkan informasi dari personilnya. Kemudian, dirinya langsung bergerak mengumpulkan sejumlah dana untuk membelikan kursi roda untuk Wildan. Setelah dana terkumpul, Kapolres bersama jajarannya mendatangi rumah Yati.

“Mudah-mudahan ini bisa meringankan beban Ibu Yati dan Wildan, anaknya. Mudah-mudahan Wildan juga tabah dalam menjalani ujian ini,” kata Novri, usai menyerahkan kursi roda dan uang satunan kepada Yati. (Muhafid/Koran-HR)

KOMENTAR ANDA

Komentar

Related articles