Bupati Pangandaran Siap Mundur dari Jabatan Ketua HSNI

Bupati Pangandaran Siap Mundur dari Jabatan Ketua HSNI

Bupati Pangandaran, yang juga sebagai Ketua HSNI, Jeje Wiradinata, saat beraudiensi dengan para nelayan di TPI Pantai Barat Pangandaran. Photo: Entang SR/HR.

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata, mengaku siap mundur dari jabatannya sebagai Ketua HSNI dan Koperasi Nelayan Pangandaran, jika para nelayan sulit diatur dan malah memberikan preseden buruk.

Hal itu disampaikan Jeje dihadapan ratusan nelayan Pangandaran, saat mengadakan audiensi di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pantai Timur Pangandaran, Senin (28/03/2016), terkait adanya dugaan pencurian jaring dari kapal FV Viking yang terparkir di Pantai Barat Pangandaran, beberapa waktu lalu.

Kepada sejumlah awak media, Jeje mengatakan, saat ini jaring yang diduga dicuri itu sudah diamankan oleh HSNI di gudang koprasi, dan sebagian jaring sebanyak kurang lebih satu truk disimpan di Polsek Kalipucang untuk dijadikan barang bukti oleh pihak kepolisian.

“Saya pribadi maupun Pemkab Pangandaran tidak bisa membagikan jaring tersebut kepada nelayan manapun, karena itu kewenangan Kementian Kelautan,” tegasnya.

Sebagai Bupati Pangandaran, Jeje juga memerintahkan kepada seluruh nelayan di Pangandaran untuk memilih ketua nelayan yang dapat dipercaya guna memimpin nelayan dan koperasi nelayan. Dirinya memberikan batas waktu hingga tanggal 10 April mendatang.

“Karena saya akan fokus di kepemimpinan pemerintahan sebagai bupati. Jadi, ini sudah saatnya ada regenerasi kepemimpinan di tubuh nelayan dan koprasi nelayan. Diharapkan, siap pun yang terpilih nanti bisa mensejahterakan pra anggotanya, dalam hal ini adalah nelayan Pangandaran. Jika sudah ada ketua baru, saya akan mundur dari jabatan Ketua HSNI,” kata Jeje.

Sementara itu, Ibrahim, salah seorang nelayan Pangandaran, mengatakan, bahwa sedikitnya ada lima orang dari Pokwasmas yang ditangkap oleh pihak kepolisian, terkait penjualan jaring dari kapal FV Viking.

“Kelimanya ditangkap di daerah Jawa Tenggah. Diharapkan kelima pelaku itu bisa berubah fikiran dan tidak lagi mengulangi perbuatannya, serta tidak memalukan nama baik nelayan,” tegas Ibrahim. (Ntang/R3/HR-Online)

KOMENTAR ANDA

Komentar

Related articles