Desa di Sindangkasih Ciamis Ini Jadikan ‘Cengek’ Sebagai Ikon

Desa di Sindangkasih Ciamis Ini Jadikan ‘Cengek’ Sebagai Ikon

Ilustrasi. Foto: Ist/Net

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Pemerintah Desa Sukaraja, Kecamatan Sindangkasih, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat, berencana menjadikan wilayahnya sebagai sentra penghasil komoditas cabai rawit atau cengek (bahasa sunda). Dengan kata lain, cabai rawit atau cengek akan dijadikan ikon desa tersebut.

Kepala Desa Sukaraja, Siti Djubaedah, ketika ditemui Koran HR, belum lama ini, membenarkan rencana tersebut. Untuk tahap awal, pihaknya membagikan sebanyak 900 bibit cabai rawit atau cengek untuk ditanam di pekarangan rumah warga.

“Program ini sudah berjalan sekitar satu bulan. Kami bermimpi, Desa Sukaraja menjadi sentra komoditas hasil pertanian berupa cabai rawit atau cengek. Bila sudah berjalan, kami akan jadikan cengek itu sebagai ikon desa ini,” katanya.

Djubaedah mengungkapkan, selain di bidang pertanian, komoditi uggulan wilayahnya adalah di bidang perikanan. Bahkan mulai tahun ini wilayah Sindangkasih termasuk Sukaraja, menjadi sentra ikan gurame.

Lebih lanjut, Djubaedah menjelaskan, terkait dengan program (ikon) desa cengek, pihaknya berharap setiap rumah tangga mengoptimalisasi sumber daya yang dimiliki, termasuk pemanfaatn pekarangan rumah untuk penyediaan pangan keluarga.

Djubaedah menuturkan, program pemanfaatan pekarangan dengan menanam cabai rawit atau cengek sebetulnya sejalan dengan program pemerintah dalam rangka ketahanan dan kemandirian pangan, diversifikasi pangan berbasis sumber daya lokal dan peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat.

“Dengan ini (program tanam cengek) juga, kami berharap masyarakat, khususnya ibu-ibu rumah tangga dan kader PKK memperoleh tambahan penghasilan,” ucapnya.

Kepada Koran HR, Djubaedah mengakui, pemanfaatan lahan pekarangan selain ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pangan dan gizi keluarga, juga berpeluang meningkatkan penghasilan rumah tangga.

“Bila dirancang dan direncanakan dengan baik, pemanfaatan pekarangan dapat meningkatkan sumber pangan lokal. Melalui penanaman dan pengelolaan sumber pangan lokal itu, petani dan masyarakat secara tidak langsung melakukan pelestarian sumber daya genetik yang sangat bermanfaat bagi kehidupan mendatang, “ imbuhnya. (deni/Koran-HR)

KOMENTAR ANDA

Komentar

Related articles