Di Banjar, BIN ; Daerah Jadi Target Pengembangan Paham Radikal

Di Banjar, BIN ; Daerah Jadi Target Pengembangan Paham Radikal

 

Direktur Informasi Badan Intelijen Negara (BIN), Sundawan Saliya saat memberikan materi Kuliah Umum STISIP Bina Putera Banjar, bertempat di GBI Kota Banjar, Sabtu (05/03/2016). Photo : Hermanto/ HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Bina Putera Banjar, menggelar kuliah umum jurusan Ilmu Pemerintahan, di Graha Banjar Idaman (GBI) Kota Banjar, Sabtu (05/03/2016). Dalam acara tersebut, STISIP mengundang Direktur Informasi Badan Intelejen Negara (BIN) Sundawan Saliya sebagai narasumber.

Pada saat memberikan materi, Sundawan Saliya menyebutkan bahwa daerah pinggiran kerap menjadi target penetrasi radikalisme. Alasannya menurut dia karena di daerah  pemahaman terhadap pendidikan bisa dibilang masih kurang, sehingga paham radikalisme sangat mudah berkembang.

“Sejak tahun 2000 deteksi dini teroris menurun. Namun tersangka yang punya niat untuk melakukan teror bisa saja berkembang. Untuk itu semua komponen bangsa harus tetap bersiap-siaga dan terus memonitor pergerakan daripada teroris itu sendiri,” kata Sundawan kepada wartawan, usai memberikan materi kuliah umum di Graha Banjar Idaman.

Sundawan menuturkan, setiap daerah memiliki intelejen nasional. Namun yang memberi jaminan keamanan untuk daerah adalah pemerintah daerah itu sendiri. Ini merupakan cara kerja yang telah menjadi sistem untuk melakukan deteksi dini intelejen, konflik sosial, pranata sosial dan penanganan pun berada di daerah.

“Kami bekerja bersifat makro, keseluruhan bukan mikro, sehingga deteksi dini, peringatan itu dilakukan oleh intelejen nasional,” terangnya.

Sundawan mengungkapkan, BIN banyak mendapat prestasi yang dibanggakan, seperti contoh BIN diakui di mata dunia, sehingga banyak negara-negara internasional yang bersedia untuk bekerjasama dengan Indonesia dalam menangani terorisme.

“Aspek yang bisa membanggakan dari prestasi ini adalah banyaknya kerjasama dengan negara-negara lain, artinya dunia sudah menghargai kita (BIN),” katanya.

Di Banjar, BIN ; Daerah Target Pengembangan Paham Radikal

Pada kesempatan itu, Sundawan berharap intelejen nasional dan masyarakat sebagai bagian dari ketahanan bangsa, merapatkan barisan menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia dan membebaskan negara dari ancaman terors dan sejenisnya. (Hermanto/R4/HR-Online)

KOMENTAR ANDA

Komentar

Related articles