Diduga Selingkuh, Aparat Desa di Banjar Digerebeg Warga

Diduga Selingkuh, Aparat Desa di Banjar Digerebeg Warga

Ilustrasi. Foto: Ist/Net

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Seorang perempuan yang memiliki jabatan (aparat desa) di sebuah pemerintahan desa di Kota Banjar, digerebeg warga lingkungan setempatnya, Minggu (27/03/2016) lalu, sekitar pukul 24.00 dini hari. Aparatur desa yang ditinggal suaminya merantau ini digerebeg warga karena diduga berselingkuh dengan pria yang belum diketahui namanya.

Dari informasi yang dihimpun HR Online, warga memergoki aparat desa itu tengah berduaan di rumahnya dengan lelaki bukan muhrimnya. Belakangan diketahui pria selingkuhnya itu seorang PNS di lingkungan Pemkot Banjar yang tinggal beda desa/kelurahan, namun masih satu kecamatan dengan aparat desa tersebut.

“Warga curiga, saat malam itu di rumah perempuan aparat desa tersebut ada laki-laki hingga larut malam bertamu,” kata warga di lingkungan tersebut yang meminta identitasnya tidak ditulis, Rabu (30/03/2016).

Kemudian, tambah dia, warga akhirnya sepakat untuk melakukan penggerabekan. Saat itu, kata dia, warga mengetuk pintu rumah dan keluarlah aparat desa itu dengan seorang lelaki. Saat warga ngobrol dengan pemilik rumah (perempuan aparat desa), sang lelakinya lalu pulang mengendarai sepeda motor.

“Tanpa sepengetahuannya, beberapa warga membuntuti lelaki itu dan akhirnya diketahui pulang ke rumah tempat tinggalnya di desa/kelurahan lain, namun masih dalam satu kecamatan,” katanya.

Dia bersyukur warga waktu itu tidak ada yang melakukan tindakan anarkis. Namun begitu, kata dia, warga tetap akan mempertanyakan masalah ini ke pemerintah desa setempat. “Warga wajib mempertanyakan masalah ini karena menyangkut moral. Apalagi dia seorang pejabat Negara,” ujarnya.

“Harus jelas dulu, apakah suami dari perempuan itu tahu ada lelaki lain masuk ke rumahnya hingga tengah malam. Namun, kami pun masih menghormati azas praduga tak bersalah. Makanya, masalah ini harus diluruskan, agar jelas permasalahannya dan tidak timbul fitnah,” ungkapnya.

Saat memberikan keterangan, narasumber yang enggan disebutkan nama itu meminta kepada HR Online agar alamat atau kampungnya tidak tulis. “Nanti kalau warga sudah mempertanyakan masalah ini ke pemerintahan desa dan benar ada perselingkuhan, silahkan tulis beritanya secara jelas,” katanya. (Nanks/R2/HR-Online)

KOMENTAR ANDA

Komentar

Related articles