Dispar Pangandaran: Pariwisata & Pers Bak Dua Sisi Mata Uang

Dispar Pangandaran: Pariwisata & Pers Bak Dua Sisi Mata Uang

Ilustrasi. Foto: Ist/Net

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Dinas Pariwisata Kabupaten Pangandaran menyatakan bahwa untuk mewujudkan cita-cita Kabupaten Pangandaran menjadi Kabupaten Pariwisata yang menduia, diperlukan dukungan dari smeua pihak, termasuk di dalamnya masyarakat luas.  

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Pangandaran, Muklis, didampingi Sekretaris, Lilis Kusmawati, ketika ditemui Koran HR, pekan lalu, menuturkan bahwa kata Pariwisata berasal dari dua kata. Pari berasal dari bahasa sangsekerta yang  artinya sempurna  dan wisata adalah perjalanan.

“Jadi pariwisata adalah perjalanan yang sempurna. Dan untuk menuju ke cita-cita itu, diperlukan dukungan dari semua pihak dalam hal ini termasuk masyarakat luas di dalamnya,” katanya.

Lilis menuturkan, semua jajaran pemerintahan yang ada saat ini mesti memiliki sinergitas dalam pola pemikiran yang sama serta suporting terhadap pariwisata. Karena tanpa itu semua, proses untuk menuju kabupaten pariwisata yang mendunia membutuhkan waktu sangat lama.

Menurut Lilis, semua pihak juga perlu merubah mindset. Jajaran SKPD harus dan wajib mengetahui tentang konsep pemahaman kepariwisataan. Selain itu, perlu dipersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni.

“Untuk menciptakan SDM kepariwisataan yang handal, pemerintah dalam hal ini Dinas Pendidikan mesti berani membuka muatan lokal atau pelajaran yang bebasis pariwisata atau istilah lainnya sains of pariwisata, atau bahkan membuka sekolah baru berbasis pariwisata,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Lilis juga menegaskan, sektor pariwisata di Pangandaran memerlukan corong untuk publikasi ke luar. Untuk itu, pariwisata dan media (pers) ibarat dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan. Menurut dia, pers berperan menjadi media untuk mempublikasikan pariwisata.

“Tanpa diblow up oleh media, pariwisata akan tersisihkan. Dengan kata lain, objek wisata tidak akan laku dan tidak akan mendapat kunjungan karena wisatawan tidak akan mengetahuinya,” ucapnya. (Ntang/Koran-HR)

KOMENTAR ANDA

Komentar

Related articles