Duh, Komunitas Gay di Banjar Berkembang Pesat

Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Lingkungan Dinkes Kota Banjar, dr. Hj. Anceu Eka Widianti.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Komunitas Laki-laki Suka Laki-laki (LSL) atau Gay di Kota Banjar, kini semakin berkembang pesat, khususnya di kalangan pelajar. Jumlah komunitas tersebut telah mencapai angka 1.454 orang. Angka sebesar itu tentu merupakan ancaman bagi Kota Banjar.

Hal ini disampaikan Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Lingkungan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjar, dr. Hj. Anceu Eka Widianti, usai menghadiri acara audiensi terkait LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender) antara Komisi I DPRD Banjar, Dinkes, MUI, Dinsos, Komisi Penangulangan AIDS Daerah (KPAD) dan LSM Mata Hati, di ruang Bamus DPRD Kota Banjar, Senin (29/02/2016).

“Angka tersebut merupakan ancaman bagi warga Banjar, khususnya bagi kalangan remaja. Apalagi kini terdengar informasi bahwa dana asing untuk melegalitaskan LGBT sudah masuk ke Indonesia, dan berlindung di balik Hak Asasi Manusia,” ujarnya.

Anceu menjelaskan, bahwa perkembangan LGBT di Kota Banjar sudah mulai masuk kepada kalangan pelajar SMP dan SMA. Sebab, usia remaja merupakan masa untuk mencari jati diri.

“Tidak ada kata tolenarnsi lagi, karena LBGT ini akan merusak generasi bangsa Indonesia. LBGT bukan HAM, tapi sudah masuk dalam psikologi kejiwaan,” katanya.

Dia menyebutkan, dengan jumlah LSL hingga mencapai 1.454 orang di Kota Banjar, 40 persen diantaranya merupakan asli warga Banjar. Mereka tidak berani bersuara secara terang-terangan, namun penyebaranya diperkuat pada pemahaman serta pengaruh lingkungan.

“Meski di Kota Banjar mereka belum berani bersuara, tapi mereka terus mencari celah untuk diakui di publik, apalagi dalam hal ini kami dengar adanya sokongan dana asing untuk perkembangan LGBT di Indonesia,” kata Anceu.
Pemerintah Kota Banjar sendiri sudah berupaya semaksimal mungkin memberikan pemahaman, seperti dengan cara memberikan pendidikan hubungan intim pada usia pra nikah, serta konseling bagi calon pengantin dan ibu hamil.

Untuk itu, pihaknya berharap, pemerintah mulai dari tingkat pusat, provinsi dan daerah, perlu adanya aturan yang mengatur bahwa LGBT itu sangat berbahaya, serta merupakan ancaman serius bagi generasi bangsa. (Hermanto/R3/HR-Online)

KOMENTAR ANDA

Komentar