Eks Aktivis Forum Peningkatan Status Kota Banjar Rapatkan Barisan

Eks Aktivis Forum Peningkatan Status Kota Banjar Rapatkan Barisan

Sejumlah eks aktivis Forum Peningkatan Status Kota Banjar (FPSKB), saat mengadakan pertemuan di sebuah rumah makan di Kabupaten Pangandaran. Photo: Hermanto/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Sejumlah eks aktivis Forum Peningkatan Status Kota Banjar (FPSKB), berkomitmen untuk mengukuhkan kelompok penggerak terwujudnya peningkatan status Banjar menjadi Kota, sebagai sebuah perkumpulan yang memiliki legalitas formal atau berbadan hukum.

Komitmen tersebut muncul setelah sejumlah anggota eks FPSKB menggelar pertemuan di sebuah rumah makan di Kabupaten Pangandaran, pada Senin malam (29/02/2016). Namun, dalam  pertemuan itu tidak melibatkan senior-senior mereka yang tergabung dalam Presidium Peningkatan Status Kota Banjar.

Sejumlah pentolan FPSKB yang hadir diantaranya Ir. Soedrajat, Dadang Kalyubi, Sulyanati, Herher Rohilin, Ujang Solihin, Asep Barkah, Dadi Haryadi, Dede Suryana, Hendi Sawah, Billy Subagyo, Jimmy, Yan Bonnies, Subur Waluyo, Asep Lahong, Ara Sutara dan sejumlah nama lainnya.

Mereka membahas berbagai persoalan, mulai dari persoalan kekompakan di kalangan eks aktivis FPSKB, sampai memotret kondisi Banjar setelah 13 tahun statusnya menjadi daerah otonom.

Dalam pertemuan tersebut, muncul nada-nada kekecewaan terkait perlakukan Pemkot Banjar terhadap mereka. Salah satunya kekecewaannya yaitu adanya beberapa anggota eks FPSKB yang ternyata tidak diundang pada kegiatan seremonial peringatan HUT Kota Banjar tempo lalu.

Sebagian dari mereka pun ada yang merasa tersisih karena tidak diberi ruang yang memadai untuk berkiprah. Bahkan, beberapa orang diantaranya mengaku hanya diberi harapan palsu oleh pemerintah.

Namun demikian, ada pula ucapan apresiasi atau rasa syukur bahwa terwujudnya Banjar menjadi daerah otonom, telah membuat kehidupan sebagian besar para pelaku sejarah menjadi lebih baik, sesuai dengan kapasitasnya masing-masing.

Mereka sepakat, sebagai bagian dari sejarah lahirnya Kota Banjar, jangan sampai terjadi penghapusan atau penyimpangan sejarah. Pemerintah Kota Banjar diharapkan turut berperan guna menjaga keaslian atau kebenaran sejarah ini.

“Kami juga berkomitmen untuk memberikan kontribusi lebih nyata bagi Kota Banjar, yang telah susah payah kita jadikan daerah otonom baru. Langkah pertama yang akan kami lakukan adalah dengan membentuk eks FPSKB ini menjadi sebuah perkumpulan yang memiliki badan hukum,” kata Ir. Soedrajat, dimana pada pertemuan itu didaulat menjadi moderator.

Mereka juga menegaskan bahwa pertemuan tersebut steril dari kepentingan-kepentingan tertentu, termasuk kepentingan politik. (Hermanto/Koran-HR)

KOMENTAR ANDA

Komentar

Related articles