Gara-gara Ini, Harapan Warga Miskin di Banjar Dapat RTLH Pupus

Gara-gara Ini, Harapan Warga Miskin di Banjar Dapat RTLH Pupus

Rumah Iding, warga Dusun Sukamaju, Desa Mulyasari, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, yang kondisinya tidak layak huni. Photo: Muhafid/HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) menyisakan pertanyaan bagi warga miskin yang tidak memiliki tanah pribadi. Pasalnya, rumah yang menjadi tempat berlindung mereka tak kunjung mendapat bantuan dari pemerintah akibat aturan yang disyaratkan dalam program tersebut harus tanah milik pribadi.

Seperti dialami Iding dan keluarganya, salah seorang warga Dusun Sukamaju, Desa Mulyasari, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar. Sampai saat ini, dirinya masih menempati rumah di atas tanah orang lain.

“Mau bagaimana lagi bila aturannya seperti itu. Saya hanya bisa pasrah. Untungnya yang punya tanah masih memberi kesempatan. Kalau tidak, ya sudah tidak tahu kemana lagi saya pergi, paling pindah ke gunung bareng tetangga saya yang juga masih numpang,” ungkapnya, saat ditemui HR, pekan lalu.

Iding berharap ada lahan murah yang bisa dibeli secara berangsur oleh dirinya maupun warga lainnya. Tapi, bila pemerintah sudah berencana lain untuk mengakomodir warga Banjar yang tidak punya tanah, semisal direlokasi, maka dia akan ikuti aturan mainnya.

“Kalau kita harus direlokasi, ya siap saja, yang penting kami tidak khawatir lagi masalah tempat tinggal. Kalau masalah cemburu sosial dengan yang mendapatkan RTLH, itu pasti ada,” ujar Iding.

Menanggapi persoalan tersebut, Walikota Banjar, DR. Hj. Ade Uu Sukaesih, SIP., M.Si., mengakui, bahwa memang yang menjadi kelemahan program RTLH adalah harus tanah sendiri, bukan tanah tumpang.

Dalam hal ini, pemerintah sebenarnya merencanakan banyak bantuan untuk warga yang rumahnya tidak layak. Tapi karena terkendala aturan tersebut, sehingga prosesnya pun menjadi sulit.

“Mudah-mudahan kita ditawari dari perumahan rakyat. Tapi kita harus menyediakan lahan paling sedikit 5 hektare. Mau tidak mereka pindah ke situ. Ada kesediaan tidak mereka direlokasi. Saya kembalikan lagi kepada masyarakat,” kata Ade Uu, kepada HR, saat berkunjung ke rumah Ahmad, korban tertimpa pohon di Cikabuyutan Timur. (Muhafid/Koran-HR)

KOMENTAR ANDA

Komentar

Related articles