Harga Merosot, Petani Karet di Ciamis ‘Kelimpungan’

Harga Merosot, Petani Karet di Ciamis ‘Kelimpungan’

Ilustrasi. Foto: Ist/Net

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Puluhan petani karet asal Desa Kutawaringin, Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat menjerit lantaran saat ini harga karet mentah terjun bebas. Biasanya, karet mentah dibeli dengan harga Rp 7000 perkilogram. Tapi kini, karet mentah hanya dihargai Rp 4000 perkilogramnya.  

Eman, petani karet asal Dusun Neglasari, ketika ditemui Koran HR, Selasa (01/03/2016), mengatakan, penurunan harga karet mentah kali ini sangat drastis. Menurut dia, selama ini mayoritas petani menjual karet mentah kepada tengkulak.

“Anjloknya harga jual karet mentah ini sudah berlangsung dua bulan. Semua petani karet di desa kami mengalami kerugian,” katanya.

Senada dengan itu, Ali Wahyudin, petani karet asal Dusun Buniasih, ketika ditemui Koran HR, Selasa (01/03/2016), mengaku bingung menghadapi kondisi tersebut. Dia juga mengaku tidak tahu penyebab harga karet mentah turun.

“Penurunannya mencapai lebih dari 30 persen. Saya juga tidak tahu apa penyebabnya. Padahal biasanya harga karet mentah mengikuti kurs dolar. Jika dolar naik otomatis harga karet ikutan naik. Nah sekarang harga dolar tinggi, harga karet malah merosot,” kata Ali.

Kepada Koran HR, Ali mengungkapkan bahwa saat ini petani karet di Desa Kutawaringin bingung untuk memasarkan karet mentah. Terlebih, tengkulak hanya mau membelinya dengan harga Rp 4000 perkilogram.

“Jangankan petani karet biasa, saya juga yang lebih awal menggeluti usaha ini bingung. Biasanya karet mentah petani disini dibeli sama saya. Dulu saya masih mampu membeli karet mentah kepada petani seharga Rp.7000 perkilo. Namun sekarang saya hanya sanggup menerima getah di harga Rp.4000 perkilo,” katanya. (Suherman/Koran-HR)

KOMENTAR ANDA

Komentar

Related articles