Ibing Pencak Mulai Digemari Anak-anak Banjar

Ibing Pencak Mulai Digemari Anak-anak Banjar

Perguruan Pencak Silat Kusumah Harapan di Lingkungan Parungsari, Kelurahan Karangpanimbal, Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar, tengah melakukan latihan. Photo: Hermanto/HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Guna melestarikan budaya Sunda, ibing pencak silat terus digalakkan di setiap perguruan Pencak Silat di Kota Banjar. Hal ini bertujuan untuk melestarikan budaya seni, khususnya seni ibing pencak kepada para kaum muda sebagai penerus.

Seperti yang dilakukan Perguruan Pencak Silat Kusumah Harapan di Lingkungan Parungsari, Kelurahan Karangpanimbal, Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar. Setiap malam Rabu, Jum’at, dan Minggu, perguruan tersebut selalu melakukan latihan ibing pencak silat di halaman Madrasah Diniyah Awaliyah, dengan diiringi musik kendang, terompet dan gong.

Sesepuh Perguruan Pencak Silat Kusumah Harapan, Sunaryo (57), mengatakan, mereka yang dilatih rata-rata masih berusia dini. Tujuannya tiada lain untuk memupuk kecintaan anak didiknya, serta kaum muda terhadap budaya tradisionnal Sunda berupa ibing pencak.

“Kami selaku pecinta seni, khususnya seni ibing pencak, tetap akan mempertahankan budaya seni ibing pencak di kalangan masyarakat. Hal ini supaya seni budaya tersebut tetap terjaga dan mampu dilestarikan,” kata Sunaryo, kepada HR, Rabu (09/03/2016).

Asep Wahyu (16), salah satu murid Perguruan Pencak Silat Kusumah Harapan, mengatakan, seni ibing pencak tidak hanya mengandalkan ibing atau tari saja, tetapi juga harus piawai dalam melakukan setiap jurus silat satu demi satu.

“Seni ibing pencak itu tidak hanya “ngibing” saja, tapi  harus bisa memaknai arti dalam setiap jurus yang digerakkan tubuh,” ujar Wahyu.

Pendapat serupa dikatakan Rodiana (24). Menurutnya, selain seni, ibing pencak juga merupakan olah raga, sehingga dapat menyehatkan tubuh. Dia mengaku sejak usia 5 tahun sudah mulai mencintai seni ibing pencak.

“Kita sebagai kaum muda sudah terkontaminasi oleh budaya barat. Untuk itu saya mengajak kapada para pemuda untuk selalu bersemangat dalam menjaga serta melestarikan budaya asli Indonesia ini,” tandasnya.

Rodiana berharap, pemerintah harus sering menggelar kegiatan rutin pasanggiri pencak silat, sehingga para kaum muda dapat mencintai budayanya. Kegiatan tersebut selain untuk melestarikan budaya, juga sebagai ajang silaturahmi antar perguruan maupun dengan warga lainnya. (Hermanto/Koran-HR)

KOMENTAR ANDA

Komentar

Related articles