Ini Jawaban Pengusaha Soal Trailer yang Melintas Langensari Banjar

Ini Jawaban Pengusaha Soal Trailer yang Melintas Langensari Banjar

Sebah truk trailer yang melintasi Jalan Raya Langensari mengalami bocor ban, dan barang muatannya dipindahkan ke mobil truk kecil. Photo: Nanang Supendi/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Terkait seringnya truk trailer maupun tronton bermuatan gula pasir lebih dari 20 ton melintas di Jalan Langensari, Kota Banjar, tujuan ke Lakbok, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, yang diprotes warga Langensari, diakui pihak pengusaha.

Seperti diungkapkan H. Suyono, salah seorang pengusaha, warga Dusun Citamiang, Desa Cintaratu, Kec. Lakbok, Kabupaten Ciamis, kepada HR, saat ditemui di rumahnya. Dirinya mengaku memang sering mendatangkan truk tronton bermuatan barang melebihi tonase dengan melewati jalur Jalan Raya Langensari.

“Tetapi itu pun kadang-kadang saja. Kebanyakan barang yang dibawa ke sini sebelumnya dipindahkan atau dioper dulu di Pasir Kunyit, Madura, memakai mobil kecil,” tukasnya.

Suyono juga mengatakan, jika truk tronton dengan bermuatan tonase lebih tidak boleh melewati jalan tersebut, maka sebaiknya dipasang plang yang bertuliskan larangan melintas, atau dikasih solusi harus masuk ke jalan mana.

Emudian, mengenai DO pengiriman barang dan perizinan usahanya, dengan tegas Suyono mengatakan, bahwa DO dan usahanya sudah memiliki perizinan yang lengkap. Namun dirinya tidak menunjukkan bukti-bukti tersebut.

“Nggak usah tanya-tanya perizinan, usaha saya ini bentuknya koperasi dan saya adalah ketua koperasi dan IKM pusat, jadi tahu aturan semestinya,” tegas Suyono, yang juga selaku anggota DPRD Kabupaten Ciamis itu.

Senada dikatakan pengusaha lainnya yang biasa disebut Ibu Putri. Dirinya mengaku mendatangkan barang dagangannya berupa puluhan ton gula pasir dari luar daerah, seperti Cilegon.

Menurutnya, untuk sampai ke rumahnya di Kelapa Sawit, Kec. Lakbok, mobil bemuatan puluhan ton gula pasir itu biasanya melalui jalur alternative terdekat, yaitu Pasir Kunyit, Madura, lalu masuk melalui jalur jalan di wilayah Kec. Langensari.

“Namun untuk pengiriman gula pasir memakai truk tronton tidak dilakukan setiap minggu, bisa seminggu sekali, bisa juga lebih. Terus kadang barangnya juga susah dan terbatas. Sedangkan untuk pengiriman, kita memiliki DO resmi, begitupun untuk perizinan usaha,” tandas Ibu Putri. (Nanks/Koran-HR)

KOMENTAR ANDA

Komentar

Related articles