Ini Penyebab Banjir di Mulyasari Banjar

Ini Penyebab Banjir di Mulyasari Banjar

Nandang, menunjukkan gorong-gorong yang berukuran kecil hanya 40 cm. Gorong-gorong yang berada di tengah jalan raya Langensari-Kota Banjar, tepatnya di Dusun Sukamaju, Desa Mulyasari, Kecamatan Pataruman, menjadi salah satu penyebab terjadinya banjir di daerah tersebut. Photo : Muhafid/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Banjir yang melanda Dusun Rancakole dan Dusun Sukamaju, Desa Mulyasari, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, Kamis, (24/03/2016), disebabkan karena kapasitas drainase atau saluran pembuangan air dari Gunung Sangkur sangat kecil.

“Saya harap Walikota Banjar bisa datang ke sini meninjau lokasi. Serta mengintruksikan kepada bawahannya untuk membongkar gorong-gorong yang membentang di tengah jalan raya ini, karena terlalu kecil hanya berukuran 40 cm. Kalau gorong-gorongnya besar, saya kira tidak akan terjadi banjir,” ujar Nandang, warga sekitar yang rumahnya terkena dampak banjir kepada HR Online, Kamis, (24/03/2016).

Akibatnya, hanya dalam waktu satu jam, air sudah meluap dan masuk sampai ke dalam rumah. “Ini banjir yang ketiga kalinya. Namun, kali ini yang paling parah,” katanya.

Hal senada diungkapkan Jaja, warga sekitar. Dia menyayangkan proyek pembangunan irigasi oleh Pemerintah Desa Mulyasari maupun Pemkot Banjar, hanya dilakukan pada lokasi yang tidak rawan banjir. Sedangkan yang rawan dibiarkan begitu saja.

“Kalau pemerintah serius ya pasti saluran irigasi dibangun berdasarkan kebutuhan maupun pertimbangan yang matang. Akan tetapi daerah ini malah tidak disentuh pembangunan irigasinya. Akhirnya kita yang menjadi korban dari program yang tidak merata itu,” tukasnya.

[ Berita Terkait : Banjar Dilanda Banjir, Lansia dan Balita Dievakuasi ]

Diberitakan HR Online sebelumnya, hujan deras yang terjadi Kamis (24/03/2016) sore, membuat puluhan rumah di Dusun Rancakole dan Dusun Sukamaju, Desa Mulyasari, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, terendam banjir.

Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjar, terpaksa mengevakuasi warga yang masih bertahan, terutama lanjut usia Lansia dan bayi, karena air belum juga surut. (Muhafid/R5/HR-Online)

KOMENTAR ANDA

Komentar

Related articles