Kadisdikbudpora; Delegasi Pangandaran Harus Juara di FLS2N Tingkat Provinsi

Kadisdikbudpora; Delegasi Pangandaran Harus Juara di FLS2N Tingkat Provinsi

Photo: Ilustrasi net/Ist.

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Guna mempersiapkan duta Pangandaran untuk mengikuti lomba Budaya Sunda pada kegiatan Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tingkat Provinsi Jawa Barat, Disdikbudpora Kabupaten Pangandaran, menggelar seleksi bagi calon peserta yang akan mewakili Pangandaran dalam event tersebut.

“Sebelum mengikuti lomba di tingkat provinsi, kita perlu berbenah dari berbagai kategori perlombaan, khususnya lomba Budaya Sunda. Makanya kami seleksi terlebih dahulu supaya hasilnya tidak mengecewakan,” kata Kepala Disdikbudpora Kabupaten Pangandaran, Sobar Sugema, saat ditemui HR Online, Senin (21/03/2016).

Dia juga menjelaskan, dalam menyongsong FLS2N tingkat provinsi, delegasi Kabupaten Pangandaran harus mengibarkan bendera dalam event yang cukup bergengsi itu.

“Perwakilan Kabupaten Pangandaran harus menang dong. Apalagi ini tingkat provinsi, bagi kami ini merupakan gengsi tersendiri,” tandas Sobar.

Senada dikatakan Kabid. Pendidikan Menengah Disdikbudpora Kabupaten Pangandaran, Munir, bahwa setiap peserta yang menang dalam FLS2N tingkat kabupaten akan dijadikan duta perwakilan Pangandaran di tingkat provinsi.

Di tempat terpisah, Kasi. TK dan SD Disdikbudpora Kabupaten Pangandaran, Wawan Waryono, menjelaskan, kegiatan FLS2N tingkan kabupaten yang berlangsung di SDN 2 Pangandaran adalah lomba pasang giri, lomba apresiasi bahasa, seni aksara Sunda, serta lomba bercerita atau ngadongeng dengan bahasa Sunda.

“Dari empat kategori lomba tersebut, masing masing juara akan diikutsertakan pada lomba di tingkat Provinsi Jawa Barat,” katanya.

Para peserta lomba yang tediri dari 60 peserta itu merupakan para juara di tingkat UPTD masing-masing. Semua perlombaan bertajuk bahasa Sunda, tujuannya untuk mengenalkan budaya daerah kepada generasi penerus.

“Budaya Sunda perlu dilestarikan keberadaanya sejak dini agar tradisi budaya Sunda tetap ada dan dikenal di lingkungan masyarakat luas,” tegas Wawan. (Ntang/R3/HR-Online)

KOMENTAR ANDA

Komentar

Related articles