Kelompok Tani di Pangandaran Ini Terapkan Penggunaan Festisida Nabati

Kelompok Tani di Pangandaran Ini Terapkan Penggunaan Festisida Nabati

Ilustrasi. Foto: Ist/Net

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Kelompok Taruna Tani Mekar Bayu, Desa Ciganjeng, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, Provinsi Jawa Barat, menerapkan penggunaan festisida nabati dalam mengembangkan produk pertaniannya. Kelompok tani ini pun belum lama ini memperkenalkan produk dan hasil pertaniannya pada pameran yang bertajuk “Gelar Teknologi Pertanian untuk Mengurangi Dampak Perubahan Iklim Tahun 2016, Senin (07/03/2016) lalu, bertempat di Lapangan Desa Ciganjeng.

Ketua Taruna Tani Mekar Bayu, Tahmo Cahyono, menuturkan, semua produk yang dipamerkan tersebut menggunakan festisida nabati dan pupuk organik.

Tahmo menjelaskan, penggunaa festisida nabati seiring dengan program untuk mewujudkan Indonesia berswasembada pangan 2017 dan go organik. Tujuannya tidak merusak alam juga tidak meracuni air, udara, tanah. Soalnya, festisida nabati berasal dari buah-buahan dan daunan rempah serta pupuk organik, sehingga hasil produknya sehat dan alami juga keadaan alam tetap bisa dimanfaatkan.

“Alhamdullillah Taruna Tani Mekar Bayu ini disuport terus oleh mahasiswa UI, mudah-mudahan semangat kami untuk memajukan pertanian di desa kami dapat dukungan dari semua pihak,” kata Tahmo.

Camat Padaherang, Saprudin Halip Nurdin, ketika ditemui Koran HR, menyambut baik serta mendorong kreatifitas dari kelompok Taruna Tani Mekar Bayu. Pihaknya juga mengapresiasi upaya kelompok tersebut dalam membuat konsep Padi Apung dengan memanfaatkan lahan banjir dan dipadukan dengan budidaya ikannya.

Senada dengan itu, Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, juga mengapresiasi kreatifitas Kelompok Taruna Tani Mekar Bayu. Jeje mengaku termotivasi dengan inovasi yang dilakukan kelompok tersebut.

“Saya memberikan apresiasi kepada Taruna Tani Mekar Bayu. Kita punya pasar yaitu Pangandaran. Obyek wisata yang ada diserbu produk luar seperti bahan makanan yang dikonsumsi hotel-hotel, kangkung, kubis, brokoli, dll tetapi kita belum punya penghasil sayuran tersebut dari lokal,” kata Jeje.

Apalagi inovasi yang dilakukan kelompok taruna tani ini menggunakan teknologi yang ramah lingkungan tidak berpengaruh pada perubahan iklim juga hasil produknya yang sehat dan alami.

“Saya melihat ada yang harus kita dorong, pertama produknya unggul, pasti karena sudah dipamerkan, kedua mendorong kreatifitas kelompok Taruna Tani supaya terbiasa didatangi wisatawan dengan hasil produk sayuran bagus karena menggunakan bahan organik. Saya tantang Dinas KPK silahkan ajukan anggaran apa saja asal konsepnya jelas saya pasti oke,” kata Jeje. (Mad/Koran-HR)

KOMENTAR ANDA

Komentar

Related articles