Kompepar Khawatir Peledakan Kapal di Pangandaran Rusak Terumbu Karang

Kompepar Khawatir Peledakan Kapal di Pangandaran Rusak Terumbu Karang

Eksekusi peledakan Kapal FV Viking yang berlokasi di perairan Tanjung Batu Mandi Pasir Putih Pantai Barat Pangandaran. Foto: Dok

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Sejumlah penggerak parawista di Kabupaten Pangandaran, mengkhawatirkan kondisi terumbu karang yang terdapat di perairan Tanjung Batu Mandi Pasir Putih Pantai Barat Pangandaran, pasca eksekusi peledakan Kapal FV Viking oleh pemerintah. Pasalnya, keberadaan terumbu karang di lokasi tersebut merupakan salah satu daya tarik keindahan pantai Pangandaran yang selama ini dijual ke wisatawan.

Ketua Kelompok Penggerak Parawisata (Kompepar) Kabupaten Pangandaran, Edi Rusmiadi, menyayangkan lokasi peledakan kapal FV Viking dilakukan di tempat tersebut. Seharusnya, kata dia, Kementerian Kelautan dan Perikanan melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan penggerak parawisata dan tokoh masyarakat sebelum memilih lokasi peledakan dan penenggelaman kapal. [Berita Terkait: Bupati: Peledakan Kapal FV Viking Tak Rusak Ekosistem Laut Pangandaran]

“Saya khawatir banyak terumbu karang yang rusak terkena imbas pengebomam kapal tersebut. Namun, bukan berarti kami tidak setuju dengan eksekusi peledakan kapal di Pangandaran, tetapi pemilihan lokasinya yang kami nilai kurang tepat,” katanya, kepada HR Online, Kamis (17/03/2016).

Menurut Edi, kawasan Cagar Alam merupakan daerah konservasi yang harus dijaga keutuhan alamnya. Selain itu, kata dia, keindahan alam di lokasi itu sudah menjadi daya tarik wisatawan sejak dulu. “Kalau ternyata terumbu karang di lokasi tersebut rusak, lantas siapa yang bertanggungjawab,” katanya.

Idealnya, lanjut Edi, peledakan kapal dan pembuatan monumen illegal fishing ditempatkan di tengah-tengah perairan teluk pananjung. Hal itu agar tidak mengancam keberlangsungan ekosistem laut. Selain itu, apabila monument tersebut berada di tengah-tengah teluk pananjung, bisa terlihat dari berbagai sudut, seperti dari Pamugaran, Karangtirta, Batuhiu dan Bojongsalawe.

“Kalau lokasi yang sekarang, dari Bulaklaut saja sudah tidak jelas terlihat. Karena terganggu olah backgroundnya hijau cagar alam. Coba kalau monument kapal itu ditempatkan di tengah-tengah perairan teluk pananjung, mungkin bisa terlihat jelas dari berbagai daerah,” ungkapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata, memastikan peledakan kapal FV Viking yang dilakukan di Dekat Cagar Alam atau lokasi Perairan Tanjung Batu Mandi Pantai Barat Pangandaran, Jawa Barat, Senin (14/03/2016), sudah diperhitungkan dengan matang dari sisi keamanan untuk semua ekosistem yang ada di wilayah tersebut.

“Insyaalloh aman, terumbu karang dan biota laut yang ada di lokasi tersebut pasti sudah diperkirakan dan dihitung oleh mereka. Apalagi mereka menerjunkan Pasukan Katak TNI Angkatan Laut,” kata Jeje, kepada Koran HR, Senin (14/03/2016). (Mad/R2/HR-Online)

KOMENTAR ANDA

Komentar

Related articles