Mampukah Banjar Bersaing Tanpa Miliki Produk Unggulan?

Mampukah Banjar Bersaing Tanpa Miliki Produk Unggulan?

Kawasan Alun-alun Kota Banjar. Foto: Dok

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Hingga saat ini Kota Banjar belum memiliki produk unggulan yang berdaya saing. Padahal, Banjar sebagai kota transit yang menjadi perlintasan tiga daerah, yaitu Kabupaten Ciamis, Pangandaran dan Kabupaten Cilacap, Jateng, mestinya menjadi peluang besar untuk menciptakan dan memperkenalkan produk unggulannya.

Kondisi tersebut menjadi pertanyaan dan kekhawatiran tersendiri bagi warganya, seperti dikatakan Dadang Darul, SH, seorang guru PNS kepada Koran HR, pekan lalu. [Berita Terkait: Bersaing Produk dengan Pangandaran, Banjar Harus Dorong SDM Kreatif]

“Ini bisa dikatakan selain kurang siapnya menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN, juga munculnya kekhawatiran Kota Banjar akan terlampaui oleh kemajuan Pangandaran sebagai daerah yang kini telah memiliki pemerintahan definitif,” katanya.

Terlebih di bidang Sumber Daya Alam (SDA), jelas Banjar kalah potensial. Belum lagi Kabupaten Pangandaran menjadi salah satu daerah yang dijadikan sebagai pusat pemerintahan bisnis atau BDC (Bisnis Development Center).

Untuk itu, para pelaku usaha yang ada di Kota Banjar, bersama-sama dengan stakeholder terkait dan pemangku kebijakan harus mengupayakan agar mampu menciptakan produk unggulan supaya tidak kalah bersaing.

Potensi yang ada seperti produk buah rambutan Si Batulawang dan Pepaya California, diharapkan jangan hanya dijual bahan bakunya saja, tetapi bisa dibuat makanan olahan yang dikemas sedemikian rupa. Termasuk pula peningkatan SDM serta jaringan pemasarannya harus diperkuat.

“Kemudian, produk rumahan dari UMKM di Banjar, harus terus dikembangkan dan kualitas mutunya dijaga, sehingga tinggal diseleksi apa yang akan memiliki nilai jual tinggi dan akhirnya menjadi produk unggulan,” ujar Dadang.

Menurutnya, akan menjadi sia-sia Banjar yang diapit tiga daerah tanpa memiliki produk unggulan. Sehingga terpaksa para wisatawan atau pelancong, hanya melintas begitu saja di Banjar, dan akhirnya membelanjakan dan menghabiskan uangnya di Kabupaten Pangandaran.

“Apakah kita cukup berpangku tangan dan jadi penonton atas siapnya Pangandaran sebagai Bisnis Development Center. Sementara persaingan tentu menjadi yang tak terelakan bagi Kota Banjar,” tukasnya.

Maka, mau tak mau jika dianggap sudah memiliki produk unggulan daerah, perlunya mendesak Pemkot Banjar untuk mengajukan komoditas tersebut. Dalam hal ini Banjar sebagai daerah otonom, maka Walikota sudah dapat berhubungan langsung ke pusat.

“Apa produk unggulan yang akan dikirim guna memperoleh lisensi atau pengakuan pemerintah pusat. Hal ini juga harus dibantu dan komitmen Dekranasda,” ujar Dadang, yang juga sebagai Ketua BDC Pangandaran.

Artinya, jangan hanya memamerkan produknya di ajang pameran semata, yang dinilainya kurang bermakna untuk menunjukan jati diri sebuah produk unggulan daerah. Begitu penting memiliki produk unggulan karena dengan sendirinya akan tercipta pangsa pasar, dan berimbas pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Sedangkan, Kabupaten Pangandaran sendiri dengan produk unggulan yang sudah dimiliki dan diakui yaitu ikan asin, ikan segar dan gula merah. Produk unggulan tersebut akan semakin terjamin peningkatan kualitas dan pemasarannya seiring memiliki BDC sebagai lembaga fasilitasi peningkatan dan pengembangan produk unggulan.

Pihaknya selaku pengurus BDC Pangandaran, memiliki BOP yang besar guna mendukung produk unggulan yang ada. Termasuk pengembangan destinasi wisata yang memang SDA di Pangandaran belum tergarap semua.

“Kami saat ini juga sedang focus melakukan konservasi alam, yang nantinya untuk pengembangan wisata air di Pangandaran,” ujarnya.

Meski dirinya tinggal di Pangandaran dan bekerja sebagai PNS di Kota Banjar, namun dia mengaku belum berniat dan berpikir untuk mengajukan mutasi ke Kabupaten Pangandaran.

“Saya memang memiliki tanggung jawab memajukan Pangandaran, tapi juga sudah menjadi amanah dan tugas tetap saya saat ini sebagai PNS di Kota Banjar. Termasuk saya ini mendorong Banjar agar memiliki produk unggulan,” katanya. (Nanks/Koran-HR)

KOMENTAR ANDA

Komentar

Related articles