Ngaku Petugas PLN, Paksa Warga di Ciamis Harus Beli Tutup KWH

Ngaku Petugas PLN, Paksa Warga di Ciamis Harus Beli Tutup KWH

Ilustrasi. Foto: Ist/Net

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Puluhan warga Dusun Buniasih, Desa Kutawaringin, Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, mengaku didatangi oleh sekelompok orang yang mengaku petugas PLN. Saat mendatangi warga, orang yang mengaku petugas PLN itu malah memaksa warga untuk membeli tutup KWH (meter PLN). Beberapa warga pun sempat ada yang terusik dan meminta bukti legal formal berupa surat tugas. Namun, petugas PLN itu tidak bisa membuktikan dan malah pergi begitu saja.

Nurohman, warga Dusun Bunisasih, mengatakan, dirinya didatangi oleh beberapa orang yang mengaku petugas PLN. Namun, setelah usai melakukan perbincaran, petugas itu ujung-ujungnya menjual paksa tutup (pelindung KWH) dengan harga tinggi.

“Saya awalnya percaya jika mereka adalah petugas dari PLN. Karena sebelum mengharuskan saya membeli tutup KWH, mereka terlebih memeriksa KWH di rumah. Mereka pun sempat mengotak-atik tombol KWH token rumah. Karena mengaku dari PLN yang sedang melaksanakan program, saya PUN manut saja” terangnya, Rabu (02/03/2016).

Namun, tambah dia, diakhir pembicarannya, petugas itu malah mengharuskan dirinya membayar uang dengan menyodorkan sebuah barang. “Saya diharuskan membayar Rp. 100 ribu, dengan perincian 60 ribu untuk membayar tutup KWH, 20 ribu untuk biaya pemasangan tutup KWH dan 20 ribu lagi untuk membayar kode rahasia penghemat daya. Awalnya untuk kode penghemat daya mereka meminta biaya Rp. 50 ribu. Namun karena uang saya tidak ada lagi, mereka pun mau ditawar. Tetapi, kode-kode itu belum saya pakai, karena takut menyalahi aturan,” terangnya.

Berbeda halnya dengan Ocoh. Dia mengatakan dirinya saat itu menolak dan tidak mau membeli penutup KWH yang diminta oleh petugas. “Saya tidak mau beli, karena merasa ada gerak gerik aneh dari petugas itu. Sebab, setelah mengharuskan saya membeli penutup KWH, petugas itu pun menawarkan yang aneh-aneh, seperti menganjurkan kepada saya untuk menaikan daya listrik,” katanya.

Ocoh mengatakan, anjuran petugas PLN itu tidak mendasar, karena perabot listrik yang dimilikinya sudah tidak perlu lagi menaikan daya listrik. “ Padahal mereka bisa melihat sendiri, dengan perabot listrik seperti yang ada di rumah saya, masa harus menaikan daya. Dari situ saya berpikir mereka terlalu mengada-ngada. Makanya, saya tolak,” ujarnya.

Ocoh menambahkan dirinya sempat penasaran ingin membuktikan apakah benar orang-orang yang datang ke rumahnya itu petugas PLN. “Karena penasaran, waktu itu saya meminta nomor telepon kantornya. Tapi, mereka tidak memberikan, malahan mereka bergegas keluar dari rumah saya,” terangnya.

Dari informasi yang himpun HR Online, sekelompok orang yang mengaku petugas PLN itu menggunakan mobil Avanza Hitam yang logo PLN kecil di belakang kaca mobilnya. Mereka pun ternyata berhasil membujuk sejumlah warga untuk membeli tutup KWH. Warga yang membeli tutup KWH, ternyata percaya bahwa itu petugas PLN. (Suherman/R2/HR-Online)

KOMENTAR ANDA

Komentar

Related articles