Operasi Simpatik Lodaya 2016, Puluhan Pelajar di Banjar Terjaring Razia

Operasi Simpatik Lodaya 2016, Puluhan Pelajar di Banjar Terjaring Razia

Petugas Satlantas Polresta Banjar, tengah memeriksa kelengkapan kendaraan sepeda motor yang dikendarai seorang pelajar. Photo: Hermanto/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Puluhan pelajar pengguna sepeda motor terjaring razia Operasi Simpatik Lodaya 2016 yang digelar Satlantas Polresta Banjar di Jalan Letjen. Soewarto, pada Selasa siang kemarin (01/03/2016).

Mereka dirazia karena banyak yang belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM). Selain itu, juga pula beberapa diantaranya yang tidak bisa memperlihatkan surat-surat kelengkapan kendaraannya.

Nindi (17), salah seorang pelajar SMK di Kota Banjar, mengaku bahwa dirinya baru pertama kali terjaring razia lalu-lintas, karena biasanya aman-aman saja meski ke sekolahnya menggunakan sepeda motor. “Saya terkena razia karena tidak punya SIM, malu juga sih kena razia,” ujarnya, kepada HR.

Hal senada juga diungkapkan Febrianti (17), pelajar lainnya yang sama-sama terjaring razia lalin. Dia mengaku kaget dengan adanya razia tersebut, terlebih dikenai tilang karena tidak menggunakan helm. “Kalau saya SIM punya, tapi barusan saya tidak pakai helm, jadinya ya ditilang,” tutur Febrianti.

Sementara itu, KBO Lantas Polresta Banjar, Ipda. H. Erlan Suganda, menjelaskan, bahwa Operasi Simpatik Lodaya ini digelar mulai dari tanggal 1 sampai 21 Maret 2016. Pihaknya berharap kepada masyarakat untuk selalu tertib dalam berlalu-lintas.

Menurut Erlan, dengan banyaknya pelajar yang terjaring razia, pihaknya juga menghimbau kepada para orang tua untuk melarang anaknya yang masih di bawah umur, supaya tidak membawa kendaraan bermotor.

“Selain belum cukup umur, anak-anak yang membawa sepeda motor ini akan penuh dengan resiko. Untuk itu kepada orang tua agar melarang anaknya jangan menggunakan sepeda motor,” tegasnya. (Hermanto/Koran-HR)

KOMENTAR ANDA

Komentar

Related articles