Pendamping Desa di Pangandaran Minta Pemkab Hargai Keputusan Provinsi

Pendamping Desa di Pangandaran Minta Pemkab Hargai Keputusan Provinsi

Photo: Ilustrasi net/Ist.

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Janji pemerintah pusat yang menyatakan mulai Oktober 2015, pendamping desa siap bekerja dan sudah bisa memfasilitasi kegiatan yang ada di desa. Namun, sampai saat ini belum ada tindakan nyata di lapangan, karena aturan dan regulasi yang ada belum berjalan secara maksimal.

Hal itu sangat disayangkan Kabid. Pemerintahan Desa Kabupaten Pangandaran, Tjomi Suryadi. Saat ditemui HR di ruang kerjanya pekan lalu, dia mengatakan, bahwa perubahan desa berdasarkan topografi desa, seperti desa hamparan, desa pesisir dan desa hutan, merupakan kebijakan yang berbeda skala prioritasnya dan diatur melalui Permendes Nomor 5 Tahun 2015, dan diganti menjadi Nomor 21 Tahun 2015.

“Prioritas penggunaannya sudah disebutkan, dan anggaran juga akan optimal dengan desa yang sudah ada pendampingan, sesuai dengan program tersebut,” ujar Tjomi.

Untuk itu, pihaknya berharap desa sebagai garda terdepan bisa maju, mandiri dan sejahtera, sehingga cita-cita dapat tercapai. Namun diakui Tjomi, memang sampai saat ini belum ada pendamping desa, yang ada baru faskab dan FK FT eks pengakhiran program PNPM saja.

Sementara itu, salah seorang pendamping desa hasil testing yang diselenggarakan provinsi, Haris Aji Nugraha, asal Cijulang, mengatakan, dirinya mengikuti testing untuk calon pendamping desa dengan harapan bisa segera bertugas memfasilitasi desa. Karena sudah banyak program desa yang telah berjalan.

Dia menyebutkan, bahwa 15 orang yang berhasil mengikuti testing itu berharap Pemerintah Daerah Kabupaten Pangandaran segera merilisnya. Tetapi sayangnya, pemerintah daerah baru menerima yang dulu pernah menjadi Faskab FK, FT di program PNPM.

“Tolong pemda hargai yang lolos ikut testing di provinsi, jangan hanya mengambil yang mantan fasilitator kabupaten, kecamatan FK dan FT saja, kami juga punya hak. Kami harap Pemda Pangandaran segera merealisasikan petugas hasil testing dari provinsi, karena program desa sudah banyak yang digulirkan,” kata Haris. (Madlani/R3/Koran-HR)

KOMENTAR ANDA

Komentar

Related articles