Perkantoran Pemkab Pangandaran Terancam Batal Dibangun di Cintaratu

Perkantoran Pemkab Pangandaran Terancam Batal Dibangun di Cintaratu

Di areal persawahan di Desa Cintaratu, Kecamatan Parigi ini rencananya akan dibangun kantor pusat pemerintahan Pemkab Pangandaran. Foto: Ist/Net

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Pemkab dan DPRD Pangandaran saat ini tengah melakukan pembahasan terkait pembangunan pusat pemerintahan atau perkantoran yang sebelumnya sudah direncanakan lokasinya berada di Desa Cintaratu, Kecamatan Parigi. Namun, dalam pembahasan itu, ternyata muncul opsi lain, dimana lokasi pusat pemerintahan dipertimbangkan untuk dipindahkan ke Desa Cintakarya, Kecamatan Parigi, apabila dari aspek anggaran dan sosial tidak memungkinkan dibangun di Desa Cintaratu.

Ketua DPRD Pangandaran, Iwan M. Ridwan, mengungkapkan, setelah dilakukan kajian, ternyata terdapat berbagai hambatan apabila pusat pemerintahan berada di Desa Cintaratu. Hambatan pertama, lanjut dia, dari aspek anggaran. Karena apabila pusat pemerintahan dibangun di Desa Cintaratu akan memakan anggaran yang cukup besar.

“Kalau membangun pusat pemerintahan di Desa Cintaratu, Pemkab harus menyiapkan anggaran untuk pelebaran jalan saja sekitar Rp. 30 milyar. Karena akses menuju ke Cintaratu badan jalannya sempit dan harus dilakukan pelebaran. Anggaran sebesar itu dibutuhkan untuk biaya pembangunan infrastruktur jalan dan biaya ganti rugi pembebasan lahan kepada masyarakat,” ujarnya, kepada Koran HR, Selasa (08/03/2016).

Selain itu, lanjut Iwan, apabila pusat pemerintahan dibangun di Desa Cintaratu, maka Pendopo Bupati dan kantor DPRD harus dipindahkan ke daerah tersebut. Karena jarak antara pusat kota Parigi dengan Desa Cintaratu sekitar 12 kilometer.

“Kalau Pendopo Bupati dan kantor DPRD masih berada di pusat kota Parigi, sementara seluruh kantor SKPD berada di Desa Cintaratu, tentunya sangat berjauhan dan dari segi koordinasi nantinya tidak akan maksimal,” terangnya.

Hambatan kedua, lanjut Iwan, yakni dari aspek sosial. Apabila pusat pemerintahan berada di Desa Cintaratu, maka harus dilakukan pembebasan lahan masyarakat untuk keperluan pelebaran jalan.

“Nanti akan banyak pekarangan rumah warga yang harus dibebaskan. Karena di sepanjang jalan menuju Desa Cintaratu padat penduduk. Kami khawatir akan muncul persoalan sosial, dimana ada warga yang menolak memberikan lahannya untuk pelebaran jalan. Sementara anggaran untuk pelebaran jalan sudah dialokasikan. Apabila kondisinya demikian tentu akan menjadi dilema bagi Pemkab,” katanya. (Mad/Koran-HR)

KOMENTAR ANDA

Komentar

Related articles