Produksi Buah Manggis di Pangandaran Ini Capai 300 Ton Perhari

Produksi Buah Manggis di Pangandaran Ini Capai 300 Ton Perhari

Potensi produksi pertanian buah manggis di Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Provinsi Jawa Barat, dinilai sangat luar biasa. Pasalnya, produksi manggis di wilayah itu bisa mencapai sekitar 300 ton perhari. Photo : Madlani/ HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Potensi produksi pertanian buah manggis di Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Provinsi Jawa Barat, dinilai sangat luar biasa. Pasalnya, produksi manggis di wilayah itu bisa mencapai sekitar 300 ton perhari.

Informasi yang berhasil dihimpun, buah manggis asal Desa Margacinta tersebut sudah dipasarkan ke sejumlah kota besar, bahkan diekspor ke luar negeri, seperti Hongkong, Korea, Thailand dan Eropa.

Kepala Desa Margacinta, H. Edi Supriadi, ketika ditemui Koran HR, pekan lalu, membenarkan potensi produksi buah manggis di wilayahnya tersebut. Sayangnya, petani manggis di wilayah tersebut kurang mendapat pembinaan dalam hal produktifitas dan pemasaran. Alhasil, buah manggis dari wilayah itu dibawa pengepul dan tengkulak untuk dijual ke luar daerah.

Edi mengungkapkan, perhari biasa atau bukan musim, di Dusun Margajaya saja produksi buah manggis mencapai hingga 3 ton perhari, di Dusun Pangancraan 1,5 ton, Dusun Cibunian 2,5 ton, Dusun Cidawung 1 ton, Dusun Cikadu 1,5 ton, Dusun Karangkamal 0,5 ton, Dusun Balengbeng 0,5 ton,

“Di hari biasa (bukan musim) produksi manggis mencapai 10,5 ton perhari. Sedangkan bila sedang musimnya, produksi buah manggis bisa mencapai 300 ton perhari,” katanya.

Diakui Edi, selama ini petani masih menggantungkan pemasaran buah manggis pada pengepul dan tengkulak. Para pengepul dan tengkulak kemudian menjual buah manggis asal Desa Margacinta ke sejumlah kota besar dan sebagian lagi mengekspornya ke luar negeri.

Sayangnya, kata Edi, setiap kali musim panen raya tiba, 30 sampai 40 persen produksi manggis gagal dan membusuk akibat proses dan cara pengambilan (pemetikan) yang masih dilakukan secara asal-asalan.

Namun demikian, Edi menambahkan, untuk menggenjot produksi komoditas buah-buahan, pihaknya menyediakan lahan seluas 50 hektar untuk dikelola dan ditanami duren, manggis, honje serta bambu. Dan saat ini, yang terealisasi baru tanaman bambu seluas 5 hektar. Lokasinya berada tidak jauh dari sumber mata air goa praungcucuk.

Pengepul buah manggis asal Dusun Pangancraan, Sali (43), menuturkan, buah manggis yang diproduksi dari wilayah tersebut memiliki kualitas bagus dan berbeda dari daerah lain. Biasanya, pengusaha buah-buahan dari Tasikmalaya membeli manggis darinya kemudian diekspor ke luar negeri. (Mad/Koran-HR)

KOMENTAR ANDA

Komentar

Related articles