Saat Reses di Banjar, Komisi IV DPRD Jabar Bahas Infrastruktur & Banjir

Saat Reses di Banjar, Komisi IV DPRD Jabar Bahas Infrastruktur & Banjir

Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PKB, Ahmad Irfan Alawi, saat melakukan Reses di Ponpes Miftahul Huda Al-Azhar, Komplek Jabal Rohmah, Dusun Margaluyu, Desa Mulyasari, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar. Photo: Muhafid/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Banyaknya infrastruktur yang rusak serta bencana banjir akibat terpaan hujan yang mengguyur di berbagai daerah, khususnya di Kota Banjar, Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PKB, Ahmad Irfan Alawi, melakukan kegiatan Reses di Ponpes Miftahul Huda Al-Azhar, Komplek Jabal Rohmah, Dusun Margaluyu, Desa Mulyasari, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, Senin (07/03/2016).

Dirinya mengaku prihatin dengan adanya bencana tersebut, sehingga masyarakat mengalami kerugian. Menurutnya, kejadian banjir yang kerap terjadi di beberapa daerah, termasuk banjir melanda areal pesawahan, merupakan permasalahan yang harus diselesaikan bersama. Jika tetap dibiarkan, maka petani akan dirugikan.

“Sebetulnya program pemerintah untuk petani sudah sangat bagus. Namun, ada yang mengganjal di benak saya, contohnya program cetak 1000 hektar sawah baru. Menurut saya, lebih baik pemerintah lebih memprioritaskan pada penanganan sawah yang sering terkena dampak banjir, seperti di wilayah Kota Banjar, Ciamis dan Pangandaran. Walaupun tiap daerah berbeda masalahnya,” kata Ahmad Irfan Alawi, kepada HR Online, disela-sela kegiatannya.

Dia pun berjanji, setelah kegiatan Reses selesai, pihaknya akan menggelar rapat internal di Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat, pada tanggal 10 Maret mendatang. Hal itu guna memindaklanjuti semua aspirasi masyarakat.

Selama berada di Kota Banjar, dirinya juga akan mengunjungi Balai Besar Wilayah Sungai Citanduy (BBWS), serta semua lokasi yang berkaitan dengan fungsi yang diembannya, khususnya yang ada di Kota Banjar.

Saat disinggung dengan persoalan jebolnya dinding penahan sampah di TPA Cibeureum, Kota Banjar, yang kini masih menjadi polemik, Ahmad Irfan mengatakan, bahwa persoalan tersebut hendaknya diselesaikan dengan cepat oleh dinas terkait maupun pihak yang melaksanakan proyek.

“Mengenai hal itu nanti saya akan lihat supaya jelas akar masalahnya. Sebenarnya pembuatan tersebut benar atau tidak secara perencanaan, dan apakah sesuai atau tidak dalam pelaksanaanny. Intinya saya akan sempatkan melihat secara langsung kondisi TPA Cibeureum,” pungkas Ahmad Irfan. (Muhafid/R3/HR-Online)

KOMENTAR ANDA

Komentar

Related articles