Sekolah SD di Ciamis Ini Perkenalkan Kesenian Tradisional ke Siswanya

Sekolah SD di Ciamis Ini Perkenalkan Kesenian Tradisional ke Siswanya

Ilustrasi. Foto: Ist/Net

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Sekolah Dasar Negeri (SDN) 5 Imbanagara Raya yang beralamat Jl. Ranca Tunjung, Dusun Majalaya, Desa Imbanagara Raya, Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis, tak henti-hentinya mengenalkan beragam kesenian tradisional dan juga seni sunda kepada anak didiknya.

Kepala SDN 5 Imbanagara Raya, Yayah, S.Pd, ketika dimintai tanggapan, minggu lalu, mengatakan, tujuan pihaknya mengenalkan seni kepada mereka untuk mengembangkan bakat seni yang dimiliki oleh anak didik.

“Kami pun tetap mengenalkan kesenian kepada anak didik yang sebelumnya tidak berkarakter seni, agar semuanya menikmati dan mencintai seni,” katanya.

Yayah menuturkan, pengetahuan tentang seni diterapkan di sekolah dasar sangat penting sekali. Menurutnya, dengan anak didiknya mempelajari seni akan timbul rasa kepercayaan diri dari anak tersebut untuk mencintai segala sesuatu hal, baik dari pendidikan, sikap maupun perilakunya.

Lebih lanjut, Yayah menjelaskan bahwa kesenian tradisional mengajarkan nilai luhur kehidupan manusia dan menjadi bagian penting dalam sebuah proses pembangunan karakter (karakter buliding) anak sebagai calon pemimpin masa depan.

“Selaku orang sunda, harus bangga dong mempelajari seni sunda, misalnya seni pupuh atau degung. Karena ini kesenian daerah kita. Kalau bukan mereka siapa lagi yang mau meneruskannya,” kata Yayah.

Yayah menambahkan, bahwa dari usia sekolah dasar atau pun usia dini harus mendapatkan pengenalan, pemahaman dan pendalaman seni budaya. Mereka harus akrab serta memahami akar budaya serta kesenian warisan leluhurnya. Fungsinya, sebagai bekal hidupnya kelak saat dewasa.

Dengan kebijakan yang dilakukan sekolahnya itu, kata Yayah, Alhamdulilah dalam pentas pasanggiri dan apresiasi, bahasa, sastra, aksara dan seni daerah tingkat Kecamatan Ciamis sekolahnya berhasil meraih juara 1 pupuh. Menurut dia, keberhasilan itu berkat dukungan dan binaan guru-guru di sekolah.

Yayah menambahkan, ektrakurikuler seni degung dan calung merupakan program utama, sehingga untuk seni sunda peserta didik tidak dilatih secara instan saat lomba. Sekolah mempunyai program akhir semester berupa pasanggiri di sekolah, sehingga saat lomba sudah dipersiapkan secara matang.

“Anak didik yang memiliki keahlian dalam kesenian-kesenian yang telah dipelajari di sekolah dapat mengharumkan nama baik dirinya, sekolah dan keluarganya kelak nanti serta bisa melestarikan kesenian tradisional,” pungkasnya. (Heri/Koran-HR)

KOMENTAR ANDA

Komentar

Related articles