Sepakati Terima Kompensasi Relokasi, Kini Paguyuban Pasar Muktisari Banjar Bimbang

Sepakati Terima Kompensasi Relokasi, Kini Paguyuban Pasar Muktisari Banjar Bimbang

Saat pertemuan di los Pasar Muktisari, Sabtu (12/03/2016), para pedagang sepakati terima kompensasi Rp.50 juta dan bangun los sementara secara swadaya. Photo: Nanang Supendi/HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Setelah pedagang pasar Muktisari Kec. Langensari, Kota Banjar, melalui paguyuban menyepakati uang kompensasi relokasi dari Pemkot Banjar sebesar Rp. 50 juta saat pertemuan yang diprakarsai paguyuban, bertempat di dalam los Pasar Muktisari, Sabtu (12/03/2016) lalu. Kini Paguyuban Pasar Muktisari dihinggapi kebimbangan atas kepastian penggunaan kompensasi tersebut.

[ Berita Terkait : Relokasi Pasar Muktisari, Walikota Banjar Berikan Kadeudeuh Rp. 50 Juta ]

“Meski sampai saat ini uang kompensasi Rp. 50 juta itu belum kami terima dan masih ada di Pemkot Banjar. Namun, kami juga perlu berpikir, kepastian penggunaannya mau seperti apa?,” tegas Ketua Paguyuban, Wahyudin, saat ditanya HR Online, Sabtu (19/03/2016).

Pihaknya sendiri, tak ingin salah melangkah. Jadi itu harus dibicarakan dan akan mengumpulkan kembali semua pedagang Pasar Muktisari, agar kesepakatan dan pola penggunaannya jelas.

Memang, imbuh dia, ketentuannya uang itu dibagikan kepada semua pedagang atau pemilik kios/los untuk membantu meringankan beban buat los relokasi. Namun, pihaknya merasa khawatir jika dibagikan kemudian ada pedagang yang terlewat atau tidak menerima, tentu akan timbul masalah.

“Kalau saya boleh berpendapat, lebih baik uang itu diarahkan untuk kepentingan sosial. Misal, untuk membeli mobil ambulance,” ucapnya.

Dirinya berkeyakinan itu akan sangat bermanfaat, dimana kini orang meninggal jarang ditandu memakai keranda, tetapi sudah banyak menggunakan ambulance. “Ini hanya sekedar ide saja, kami kembalikan kepada para pedagang,” tukas dia.

Sementara pengurus paguyuban lainnya, Tono, menambahkan, uang Rp.50 juta tersebut akan disatukan dengan hasil penjualan rangka besi los pasar yang akan dibongkar.

“Awalnya sih pembongkaran dan penjualan besi itu akan dikoordinir kami dari paguyuban. Tapi karena paguyuban nggak ingin ribet, mungkin akan dilemparkan kepada pedagang kembali untuk dibongkar masing-masing,” katanya. (Nanks/R5/HR-Online)

KOMENTAR ANDA

Komentar

Related articles