Soal Tronton Melebihi Tonase, Dishub Banjar Janji Segera Tindak Pengusaha

Soal Tronton Melebihi Tonase, Dishub Banjar Janji Segera Tindak Pengusaha

Sebuah truk tronton yang melintasi Jalan Raya Langensari mengalami bocor ban, dan barang muatannya dipindahkan ke mobil truk kecil. Photo: Nanang Supendi/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Banjar, berjanji akan segera menindak para pengusaha yang dikabarkan membawa barang dagangannya berupa gula pasir lebih dari 20 ton dengan menggunakan truk tronton masuk ke jalan Langensari.

“Itu melanggar, karena sudah jelas-jelas jalan di Langensari masuk kategori kelas III dengan ketentuan tidak melebihi 5 ton. Jadi harus ada penindakan,” kata Kepala Dishub Kota Banjar, Ide Suhendar, didamping Kabid. Lalu-lintas, Supendi, dan Kasi. Rekayasa Lalin, Aam Maulana, saat dikonfirmasi HR, di kantornya, Senin (15/03/2016).

Bahkan menurut Ide, hal inilah yang menjadi pertanyaan pihaknya, kenapa pengemudi berani mengoperasikan kendaraan berat melintasi jalan Langensari. Padahal, upaya preventif telah dilakukan jauh-jauh hari, yakni melalui pemasangan rambu kelas jalan wilayah di Kecamatan Langensari.

Untuk melakukan penindakan, pihaknya harus mengetahui datanya terlebih dahulu, mengenai berapa banyak dan seberapa sering truk tronton melebihi tonase melewati jalan Langensari. Ide berjanji akan mengintensifkan petugas Dishub di lokasi tersebut.

Menurut dia, upaya penindakan yang akan dilakukan pihaknya saat ini yaitu memulai mengadakan koordinasi dengan intansi terkait lainnya. Sebab, dalam melakukan operasi gabungan perlu prosedur demikian.

Kepala Bidang Lalin Dishub Kota Banjar, Supendi, menambahkan, pihaknya akan melakukan antisipasi penindakan secara bertahap. Pertama, para pengusaha tersebut akan diberi surat peringatan.

“Jika tetap tidak digubrisnya, kami akan berikan sanksi sesuai aturan yang ada. Yang jelas, saya tidak mengeluarkan rekomendasi dan tidak menyetujui jalan itu digunakan seperti yang telah terjadi,” tandasnya.

Namun, dia juga menyebutkan, kalau pun dilalui kendaraan berat seperti itu, sebetulnya jalan tersebut tidak terlalu mengkhawatirkan. Justru yang lebih membahayakan lagi saat melintasi Flyover Langensari. Pasalnya, jembatan itu kekuatannya hanya sampai 25 ton.

“Jadi, para pengemudi harus berhati-hati dan memperhatikan daya dukung Flyover Langensari dalam membawa muatan, apalagi melebihi tonase,” terang Supendi.

Sementara itu, Kasi Rekayasa Lalin, Aam Mulyana, menyebutkan, dalam waktu dekat ini pihaknya akan melakukan operasi gabungan di jalur jalan Langensari. (Nanks/Koran-HR)

KOMENTAR ANDA

Komentar

Related articles