Tak Dapat Undangan dari Paguyuban, Seorang Pedagang Pasar Muktisari Banjar Protes

Tak Dapat Undangan dari Paguyuban, Seorang Pedagang Pasar Muktisari Banjar Protes

Pertemuan pedagang Pasar Muktisari yang diprakarsai oleh Paguyuban Pedagang. Photo: Nanang Supendi/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Salah seorang pedagang Pasar Muktisari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar, Dede Sukur, mempertanyakan mengenai pertemuan yang diprakarsai oleh paguyuban, apakah legal atau ilegal. Pasalnya, beberapa kali pertemuan, tidak semua pemilik los/kios diundang. Hal itu diungkapkannya dalam acara sosialisasi relokasi, di area Pasar Muktisari, Rabu (23/03/2016).

“Saya memiliki kios di Pasar Muktisari, kenapa beberapa kali pertemuan pedagang tidak dapat undangan dari paguyuban. Termasuk pertemuan hari ini, apakah disebut legal atau ilegal. Karena setiap pertemuan harus ada hasilnya yang dibuktikan, atau tertib secara administrasi,” tandas Sukur.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Kepala UPTD Pasar, Mamat Rahmat, S.STP., menjelaskan, bahwa hal itu menjadi bahan masukan, dan pertemuan selanjutnya semua pedagang dapat undangan, serta bisa diajak musyawarah.

“Insya Allah, untuk diperhatikan bersama dan mengingatkan kepada paguyuban agar semua pedagang diajak musyawarah,” kata Mamat.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Pasar Muktisari, Wahyudin, saat pertemuan dengan pedagang beberapa waktu lalu pernah mengatakan, bahwa beberapa kali mengadakan pertemuan, pihaknya tidak memakai surat undang secara resmi, namun hanya pemberitahuan secara lisan saja. “Kiranya bisa menjadi maklum dengan paguyuban yang baru beberapa minggu terbentuk. Jadi, jika tidak ada pemberitahuan sama sekali, atau secara lisan pun tidak ada, kami mohon maaf,” ujarnya, dalam pertemuan yang digelar sebelumnya.

Meski begitu, kata Wahyudin, pertemuan ini tidak mengurangi rasa semangat bersama dalam memperjuangkan hak-hak pedagang. Karena menurutnya, hak dan kewajiban pengurus paguyuban maupun anggota, tujuannya sama untuk memperjuangkan aspirasi pedagang. (Nanks/R3/HR-Online)

KOMENTAR ANDA

Komentar

Related articles