Temuan Arkeologi Peninggalan Kraton Sunda di Kawali, Potensi Wisata Ciamis

Temuan Arkeologi Peninggalan Kraton Sunda di Kawali, Potensi Wisata Ciamis

Objek Wisata Budaya Astana Gede Kawali. Foto: Ist/Net

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Kabid Ekonomi Kreatif Dinas Parawisata dan Ekonomi Kreatif (Disparek) Kabupaten Ciamis, Budi Kurnia, mengatakan, pihaknya sudah mengusulkan ke DPRD Ciamis agar pengembangan parawisata Ciamis dikonsentrasikan kepada wisata religi dan budaya. Karena, menurutnya, potensi yang dimiliki oleh Ciamis ada pada tema wisata tersebut.

“Setelah Pangandaran berpisah dari Ciamis, kita seperti kebingungan dalam melakukan penggalian potensi wisata. Padahal, Ciamis memiliki potensi wisata yang tidak dimiliki oleh daerah lain, yakni potensi wisata religi dan budaya. Kalau kita konsen mengembangkan wisata rekreasi, dipastikan akan kalah oleh wisata di daerah lain yang sudah lebih dulu dikenal oleh masyarakat luas,” ujarnya, kepada Koran HR, pekan lalu.

Dengan begitu, kata Budi, pihaknya sudah mengusulkan ke DPRD agar Ciamis berkonsentarasi mengangkat tema wisata religi dan budaya sebagai icon wisatanya. “ Hasil penelitian Unpad Bandung dan para Arkeolog yang menyimpulkan bahwa di Astana Gede Kawali pernah berdiri Kraton Sunda merupakan potensi wisata yang perlu digali kebenarannya. Kalau ternyata penelitian itu benar, maka potensi besar untuk wisata Ciamis,” katanya.

Budi menjelaskan, saat Kabupaten Purwakarta ingin mengangkat wisata budaya sebagai icon daerahnya, ternyata tidak didukung dengan fakta sejarahnya. Akhirnya, Kabupaten Purwakarta mengubah icon wisatanya dengan membuat air mancur raksasa.

“Kalau Ciamis, fakta sejarahnya sudah mendukung. Karena menurut sejarahwan bahwa di Ciamis pernah berdiri Kerajaan Galuh yang menjadi asal muasal lahirnya peradaban di tanah sunda. Terlebih, hasil penelitian Unpad menyebutkan bahwa di Astana Gede Kawali pernah berdiri Kraton Sunda,” ujarnya. (Bgj/Koran-HR)

KOMENTAR ANDA

Komentar

Related articles