Ternyata! Begini di Balik Syukuran Jalan & Drainase Raharja Banjar

Ternyata! Begini di Balik Syukuran Jalan & Drainase Raharja Banjar

 

Warga RW 4, Dusun Randegan 1, Desa Raharja, Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar, Provinsi Jawa Barat, antusias menyaksikan acara peresmian jalan dan drainase yang baru selesai diperbaiki oleh Pemerintah Desa Raharja. Photo : Muhafid/ HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Peresmian serta syukuran jalan dan drainase yang terletak di wilayah RW 04, Dusun Randegan 1, Desa Raharja, Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar, yang dilaksanakan oleh masyarakat mendapatkan tanggapan dari Anggota Komisi II DPRD Kota Banjar, Ir. H. Sudarsono.

“Saya harap masyarakat Kota Banjar bisa mencontoh kegiatan yang dilakukan warga Randegan 1. Dari laporan yang saya terima, kegiatan syukuran ini merupakan swadaya masyarakat. Jadi, ini perlu dilaksanakan pula oleh masyarakat Banjar lainnya,” kata Sudarsono, Sabtu (12/03/2016).

Selain itu, Sudarsono menuturkan, budaya gotong-royong yang selama ini merosot di Kota Banjar perlu dibangkitkan kembali dengan dukungan dari semua pihak. Walaupun  Banjar merupakan kota, namun tidak salah juga kalau gotong-royong dihidupkan kembali.

“Jadi intinya, semua masyarkat Kota Banjar perlu membangkitkan budaya gotong-royong. Saya yakin dengan kegiatan ini semua elemen bisa berbaur manjadi satu dalam suasana keakraban. Jangan mentang-mentang sudah menjadi kota, swadaya masyarakatnya ditinggalkan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Raharja, Hasim, tidak menyangka antusias masyarakat sangat tinggi dalam merayakan hasil perbaikan jalan yang dilaksanakan pemerintah desa.

“Kalau jalan diperbaiki kan sudah biasa langsung dipakai. Lah kok ini masyakat malahan membuat gebyar peresmian jalan, ditambah pemerintah desa tidak ikut campur dalam persiapan kegiatan ini. Saya beruntung masyakat kompak, walaupun kegiatan peresmian jalan,” katanya.

Nining, warga Desa Raharja, mengaku saat dirinya mengakomodir persiapan kegiatan peresmian warga sangat meresponnya. Uniknya, kata dia, warga memberikan apa saja yang mereka miliki untuk mensukseskan kegiatan tersebut.

“Yang punya beras ya dikasihkan, pisang juga sama. Pokoknya hasil bumi yang masyarakat miliki disumbangkan untuk mensukseskan kegiatan ini. Jadi ini bukan hal baru lagi, namun suasana ini sangat dirindukan dalam setiap moment,” kata Nining. (Muhafid/R4/HR-Online)

KOMENTAR ANDA

Komentar

Related articles