Truk Trailer Ini Diprotes Warga saat Melintas di Jalan Langensari Banjar

Truk Trailer Ini Diprotes Warga saat Melintas di Jalan Langensari Banjar

Sebuah truk trailer yang melintasi Jalan Raya Langensari mengalami bocor ban, dan barang muatannya dipindahkan ke mobil truk kecil. Photo: Nanang Supendi/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Sejumlah warga di Kecamatan Langensari, Kota Banjar, mengeluhkan seringnya kendaraan besar, baik tronton maupun trailer bermuatan lebih dari 5 ton melintas di Jalan Raya Langensari, yang dikategorikan jalan kelas III.

Wawan Budianto, salah seorang warga, mengatakan kepada HR, Minggu (06/03/2016), bahwa truk tronton maupun tralier melebihi tonase hingga 20 ton lebih itu diantaranya bermuatan gula pasir yang akan dikirim ke pemiliknya atau pengusaha di daerah Lakbok, Kabupaten Ciamis.

Menurutnya, untuk masuk ke wilayah Langensari, Kota Banjar, kini bisa melalui Jembatan Sarimadu (Langensari-Madura) sebagai penghubung antara Jabar-Jateng. Keberadaan jembatan itu dimanfaatkan para pengusaha guna mendatangkan pesanan barang dagangannya dari luar daerah menggunakan truk tronton, dengan melintasi Jalan Raya Langensari, seperti menuju ke arah Lakbok.

“Pengamatan saya, ada sekitar 10 truk tronton dan trailer melebihi kapasitas dalam setiap minggunya melintasi jalan di Langensari ini. Biasanya sebelum melintasi jalan di Langensari, mereka berhenti dulu di Pasir Kunyit. Bila sudah dianggap aman, dilanjutkan menuju Jembatan Sarimadu dan melaju melintasi Langensari,” tutur Budi.

Terkait dengan hal itu, dirinya berharap ada tindakan tegas dari aparat terkait agar memberikan efek jera kepada para pengemudi yang melanggar batas tonase jalan. Sebab, jika dibiarkan tanpa adanya tindakan, bukan hanya jalan jadi cepat rusak, namun dapat menimbulkan reaksi dari masyarakat.

Apabila itu terjadi, lanjut Budi, maka yang akan dirugikan tentu pihak Pemkot Banjar dan warganya sendiri. Untuk itu, pemerintah kota harus mulai memikirkan permasalahan tersebut, karena jika tidak maka akan berimbas terhadap anggaran perbaikkan yang nantinya harus dikeluarkan.

“Selain itu, perlu juga dipertanyakan DO pengiriman resminya dan perizinan usaha dari para pengusaha tersebut,” tandas Budi. (Nanks/Koran-HR)

KOMENTAR ANDA

Komentar

Related articles