Warga Ancam Tutup Paksa Pertamini di Pamarican Ciamis

Warga Ancam Tutup Paksa Pertamini di Pamarican Ciamis

Keberadaan kios Pertamini di Dusun Cibenda, Desa Neglasari, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis yang disoal warga. Photo: Suherman/HR.

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Puluhan warga Desa Neglasari, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis yang tergabung dalam kelompok pengecer Bahan Bakar Minyak (BBM) 2 tax, menggeruduk Kantor Desa Neglasari, Kamis (10/03/2016).

Kedatangan mereka untuk memprotes keberadaan Pertamini milik H. Usup, di Dusun Cibenda, Desa Neglasari, Kecamatan Pamarican. Bahkan, mereka pun mengancam akan menutup paksa Pertamini yang diduga ilegal dan merugikan para pedagang pengecer bensin 2 tax.

Seperti dikatakan Endang, salah seorang warga, bahwa pihak pengusaha kios Pertamini yang baru beroperasi dua hari itu tidak pernah membuat perizinan, terlebih izin terhadap lingkungan setempat.

“Keberadaan Pertamini ini sungguh sangat merugikan para pengecer bensin 2 tax. Sejak mulai beroperasi, puluhan pengecer 2 tax yang berdekatan dengan kios Pertamini mengalami penurunan omset penjulannya,” terang Endang, saat duduk bersama dengan unsur muspika Kecamatan Pamarican.

Hal serupa dikatakan Aef, salah seorang pedagang bensin eceran 2 tax. Menurut dia, akibat berdirinya kios Pertamini, sekitar sepuluh pengecer 2 tax jadi sepi pembeli. Dirinya berharap pemerintah segera menertibkan keberadaan Pertamini tersebut.

“Saya harap kepala desa jangan memberikan izin terhadap keberadaan Pertamini ini. Bahkan saya selaku pengecer, mengharapkan pangkalan ini segera ditertibkan,” kata Aef.

Sementara itu, saat dikonfirmasi HR Online, Kepala Desa Neglasari, Deni Nono Sunaryo, membenarkan adanya aksi warga yang mendatangi kantornya. Warga yang terdiri dari para pengecer bensin 2 tax datang untuk meminta agar pangkalan Pertamini segera ditertibkan.

“Sejak semalam warga sudah mengancam akan menutup paksa pangkalan milik H.Usup, warga Desa Pamarican. Namun amarah warga semalam masih bisa teratasi oleh kami. Tapi pagi hari tadi, warga kembali datang ke kantor dan meminta agar pangkalan tersebut ditutup. Bahkan mereka mengancam akan membongkar paksa keberadaan pangkalan tersebut,” terang Deni.

Menurutnya, dengan adanya aksi warga, pihaknya saat itu juga langsung mempertemukan warga dengan pihak pengusaha di kantornya. Namun sayang, pertemuan itu tidak membuahkan kesepakatan.

“Haji Usup selaku pengusaha tak mengindahkan permohonan warga, dia malah melontarkan perkataan yang kian menyulut amarah warga,” terang Deni. (Suherman/R3/HR-Online)

KOMENTAR ANDA

Komentar

Related articles